Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Apa yang Akan Dilakukan Jokowi Setelah Lengser

Setelah lengser, Jokowi akan kembali ke Solo diiringi relawannya. Tak mau perpisahan mewah karena sentimen negatif.

13 Oktober 2024 | 00.00 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan salam setelah berolahraga di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, 6 Oktober 2024. Antara/M Risyal Hidayat
Perbesar
Presiden Joko Widodo memberikan salam setelah berolahraga di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, 6 Oktober 2024. Antara/M Risyal Hidayat

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

SEBULAN terakhir, Presiden Joko Widodo rajin mengumpulkan berbagai kelompok relawan. Menjelang Jokowi lengser pada Ahad, 20 Oktober 2024, ia dan pendukungnya membahas rangkaian acara perpisahan. Tak hanya di Jakarta, acara juga disiapkan hingga di kampung halaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah.

Pada Selasa, 17 September 2024, Jokowi mengundang lima pendukungnya ke Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan itu, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Utje Gustaaf Patty mengusulkan Jokowi pulang ke Solo melalui jalur darat. “Akan kami siapkan iring-iringan seribu mobil,” kata Utje kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2024.

Namun Jokowi menolak usul itu. Utje bercerita, Presiden tak mau menggelar acara besar di Jakarta pada 20 Oktober 2024. Sebabnya, semua mata tertuju pada pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. “Presiden ingin tanggal 20 Oktober mataharinya cuma satu, namanya Prabowo Subianto,” ujar Utje.

Pertemuan di Istana ikut dihadiri Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi; Bendahara Projo Panel Barus; Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea; Ketua Umum Bara JP Utje Gustaaf Patty; dan Eko Sulistyo, mantan komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Jokowi juga mengumpulkan relawan di Restoran Tesate, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 September 2024.

Jokowi semula menginginkan perpisahan digelar dengan meriah. Narasumber yang mengetahui isi pertemuan di Istana mengatakan rencana itu urung terlaksana karena Presiden khawatir ada penolakan publik. Sentimen negatif terhadap Jokowi dan keluarganya belakangan melonjak. Salah satunya menyangkut persoalan dinasti politik.

Ada juga masalah jet pribadi yang digunakan oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, saat berkunjung ke Amerika Serikat pada pertengahan Agustus 2024. Sedangkan anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tersandung masalah setelah ditengarai pernah menyerang Prabowo pada saat pemilihan presiden 2014 dan 2019 lewat akun Fufufafa di Kaskus, platform percakapan di dunia maya.



Pada Selasa, 8 Oktober 2024, Presiden menyebutkan ada kemungkinan tak menghadiri pelantikan Prabowo-Gibran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sejumlah narasumber bercerita bahwa Jokowi hanya akan menunggu Prabowo di Istana untuk acara pisah-sambut. Beberapa jam berselang, Menteri Sekretaris Negara Pratikno meralat omongan Jokowi dan menyatakan ia akan menghadiri pelantikan suksesornya.

Akhir September 2024, Jokowi memutuskan pulang ke Solo dengan pesawat. Semula mantan Gubernur Jakarta itu akan menggunakan pesawat Garuda Indonesia lewat Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Narasumber yang mengetahui rencana ini menyatakan hal itu batal karena Jokowi akan diantar oleh pesawat milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara.

Belakangan, rencana itu kembali berubah. Jokowi akan menaiki pesawat carter milik Citilink dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. “Presiden berangkat sekitar pukul tiga sore,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Budi akan mengantar Jokowi dari Istana menuju Halim.

Sejumlah kelompok relawan yang dikoordinasi oleh Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat Kris Budihardjo juga akan mengiringi kepergian Jokowi menuju Halim. Mereka akan berbaris di pinggir Jalan Sudirman dan Bandara Halim serta menyampaikan salam perpisahan dan ucapan terima kasih. 

“Kami harus membatasi jangan sampai terlalu banyak, mungkin 5.000-10.000 orang saja,” tutur Kris saat dihubungi Tempo, Kamis, 10 Oktober 2024. Sehari sebelumnya, mereka juga akan mengadakan doa bersama. Kris membantah jika disebut menjadi koordinator gerakan ini dan mengklaim aksi itu merupakan inisiatif para relawan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

Erwan Hermawan, Hussein Abri Dongoran, Francisca Christy Rosana, Daniel A. Fajri, dan Septhia Riyantie di Solo berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Puasa Politik 'Raja Jawa'"

Egi Adyatama

Bergabung dengan Tempo sejak 2015. Alumni Universitas Jenderal Soedirman ini sejak awal meliput isu politik, hukum, dan keamanan termasuk bertugas di Istana Kepresidenan selama tiga tahun. Kini menulis untuk desk politik dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus