Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Berita Tempo Plus

Titipan Pejaten untuk Trunojoyo

Badan Intelijen Negara menyuplai informasi terkait dengan aktor di balik unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja kepada polisi. Para pemuda tanggung memotori perlawanan di jalan.

17 Oktober 2020 | 00.00 WIB

Ratusan massa saat aksi demonstrasi yang menolak Omnibus Law  terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020. TEMPO/Subekti
Perbesar
Ratusan massa saat aksi demonstrasi yang menolak Omnibus Law terlibat bentrok dengan petugas kepolisian di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020. TEMPO/Subekti

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Informasi polisi soal sejumlah orang yang diduga sebagai dalang aksi penolakan omnibus law diduga dipasok Badan Intelijen Negara.

  • Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, dan sejumlah pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap dengan dalih mengantisipasi kerusuhan besar.

  • Massa aksi yang melemparkan batu ke arah polisi kebanyakan pemuda berseragam putih-abu-abu, yang disebut polisi merupakan bagian dari kelompok “Anarko”.

SENIN, 12 Oktober lalu, menjelang tengah malam, polisi sibuk memasang gulungan kawat berduri di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Barikade lain juga disiapkan untuk menghadang massa ke arah Istana Negara.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Devy Ernis

Bergabung dengan Tempo sejak April 2014, kini staf redaksi di Desk Nasional majalah Tempo. Memimpin proyek edisi khusus perempuan berjudul "Momen Eureka! Perempuan Penemu" yang meraih penghargaan Piala Presiden 2019 dan bagian dari tim penulis artikel "Hanya Api Semata Api" yang memenangi Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020. Alumni Sastra Indonesia Universitas Padjajaran.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus