Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
PENYAIR Taufiq Ismail bangkit dari kursi rodanya menuju meja mimbar. Dia mengajak hadirin membaca Surat Al-Fatihah untuk mendiang Ahmad Sadali, sosok yang dikenalnya sejak 1963 sebagai aktivis, dosen, guru besar, dan pelukis terkenal. Taufiq yang didapuk membuka acara pameran “Seabad Sadali: Menjejak Bumi Menembus Langit” di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, menyiapkan sebuah puisi khusus yang dibuatnya pada 1991 di Iowa, Amerika Serikat. “Kang Dali, bumi sejati dan lempeng emas, garis laut dan kalam langit, mineral menyanyi dan kau lihatlah torehan nasib jagat,” katanya, Kamis sore, 19 September 2024. Di tanggal dan bulan yang sama pada 1987, Sadali wafat pada usia 63 tahun di rumahnya, Jalan Bukit Dago Utara I Nomor 9, Bandung, lalu dimakamkan di Panyingkiran, Garut, Jawa Barat.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Tiga Sisi Ahmad Sadali"