Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Wartawan BBC Indonesia Ging Ginanjar Meninggal

Wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar meninggal hari ini, Ahad, 20 Januari 2019.

20 Januari 2019 | 20.28 WIB

Pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ging Ginanjar
Perbesar
Pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ging Ginanjar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar, 55 tahun, meninggal hari ini, Ahad, 20 Januari 2019. Almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ibu Dan Anak Dhia, Tangerang Selatan, sebelum dinyatakan meninggal di sana. Ging meninggalkan seorang anak laki-laki yang bermukim di Eropa. 

Almarhum Ging Ginanjar dikenal luas dalam arena perjuangan merebut kebebasan pers di Indonesia, sejak dekade 1990an. Dia termasuk pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang sempat diburu rezim Orde Baru akibat aktivitasnya mengelola media terbitan AJI bernama 'Suara Independen'.

Aktivitasnya memperjuangkan kebebasan pers sempat membuatnya diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 20 Mei 1998, tepat sehari sebelum Presiden Soeharto mengundurkan diri. Dia berperan penting dalam berbagai gerakan anti Orde Baru pada masa itu. 

Di kalangan sahabat dan kawan dekatnya, Ging dikenal sebagai sosok yang humoris dan berpengetahuan luas. Dia juga getol mendorong perjuangan kesetaraan dan keadilan gender di media dan di kalangan jurnalis. Ging merupakan salahsatu motor lokakarya jurnalisme sadar gender yang digagas AJI Indonesia. 

Dalam situs AJI, Ging menulis soal pentingnya kesadaran gender bagi media: "Seringkali pandangan stereotip, seksis, bias gender, dan ketidak-setaraan terjadi di media (dalam pemberitaan, struktur personalia di kantor, dan kebijakan redaksi,) karena tidak tahu. Tapi juga sering karena jurnalis menganggapnya sepele, remeh temeh, atau merupakan hal yang wajar saja," katanya. 

"Ada pula yang menggunakan seksisme sensasional, misalnya, justru sebagai resep agar media menarik perhatian dan dibaca kalangan lebih luas –khususnya di era digital. Lokakarya ini, seperti terbukti dari yang sudah terjadi tahun lalu, membuka mata, dan kesadaran, para jurnalis, perempuan dan lelaki tentang sesuatu yang selama ini diterima begitu saja," tulisnya lagi. 

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus