Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertahan di atas level 6.600 dan ditutup melemah 2,23 persen pada sesi I perdagangan hari ini ke level 6.458,3.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Analisis Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan tekanan jual dari investor asing masih cukup deras, dengan net sell sebesar Rp 324 miliar pasca peluncuran Danantara.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Tekanan di pasar oleh asing masih cukup deras, tercatat terjadi net sell sebesar Rp 324 miliar di seluruh perdagangan dengan saham perbankan paling banyak dilepas, seperti BBCA Rp 433 miliar, BMRI Rp 157 miliar, dan BBRI Rp 32 miliar," ujar Audi saat dihubungi, Kamis, 27 Februari 2025.
Secara teknikal, indikator RSI menunjukkan penurunan yang sejalan dengan MACD, yang mengindikasikan tren pelemahan IHSG. "IHSG kembali tertahan resistance di atas level 6.600," tambahnya.
Di sisi lain, pergerakan saham AKRA mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 9,96 persen pada pukul 10:56 WIB. Hal ini dipicu oleh spekulasi pasar terkait dampak dari belum listing-nya saham Pertamina (Persero).
"Kami melihat dampaknya terhadap kompetitor, seperti AKRA yang menguat 9,96 persen. Hal ini disebabkan spekulasi pasar akan adanya perpindahan konsumen dari PT Pertamina (Persero), sehingga pasar memanfaatkan momentum terhadap harga saham AKR," jelasnya.
Saham Pilihan dengan Analisis Teknikal:
BRMS (Spec Buy)
• Support: 376
• Resistance: 430
AKRA (Trading Buy)
• Support: 1.230
• Resistance: 1.420