Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ekonomi

Berita Tempo Plus

Bom Waktu Lonjakan Petani Gurem

Lonjakan jumlah petani gurem dikhawatirkan menekan produktivitas pertanian. Indonesia berisiko makin bergantung pada impor.

6 Desember 2023 | 00.00 WIB

Petani tengah menanam padi di area persawahan kering di kawasan Babelan, Bekasi, Jawa barat, 5 September 2023. TEMPO/Tony Hartawan
Perbesar
Petani tengah menanam padi di area persawahan kering di kawasan Babelan, Bekasi, Jawa barat, 5 September 2023. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Jumlah petani gurem terus melonjak dalam satu dekade terakhir.

  • Pertambahan jumlah petani gurem terjadi karena masifnya alih fungsi lahan sawah.

  • Produksi beras Indonesia mengalami tren menurun seiring dengan luas panen yang menyempit.

HASIL Sensus Pertanian yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan ini menguatkan dugaan ihwal kian berkurangnya lahan subur pertanian di Tanah Air dari waktu ke waktu. Salah satu indikatornya adalah kenaikan drastis jumlah petani gurem alias petani dengan lahan di bawah 0,5 hektare. 

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus