Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Fadjroel Rachman sampai Abdee Slank, Pendukung Jokowi di Kursi Komisaris BUMN

Tak sedikit pendukung Jokowi menduduki kursi empuk komisaris BUMN. Terbaru, ada Abdee Slank yang ditunjuk menjadi Komisaris Independen Telkom.

29 Mei 2021 | 05.28 WIB

Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com
Perbesar
Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Para pendukung Jokowi saat Pemilu Presiden 2019 terus mendapat tempat sebagai komisaris di BUMN. Terbaru, ada Abdi Negara Nurdin atau yang lebih dikenal sebagai Abdee Slank yang ditunjuk menjadi Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sebelum Abdee, sejumlah relawan, tim kampanye, hingga pendukung Jokowi telah lebih dulu mendapatkan jatah kursi komisaris BUMN. Berikut beberapa di antaranya:

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

1. Fadjroel Rachman

Salah satu yang paling awal mendapatkan jatah kursi komisaris adalah aktivis Fadjroel Rachman. Fadjroel yang kini menjadi juru bicara presiden tersebut ditunjuk menjadi komisaris utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada September 2015.

“Terima kasih, terima kasih, didoakan dan didukung ya,” kata dia saat dihubungi Tempo. Ia adalah pendukung Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) setahun sebelumnya, 2014.

Pada Kamis, 4 Juni 2020, Fadjroel tak lagi menjadi menjadi komisaris utama di Adhi Karya. Tapi, hanya berselang dua hari, ia ternyata sudah menjadi komisaris di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

2 Viktor S. Sirait

April 2015, ada Viktor S. Sirait yang jadi komisaris di PT Waskita Karya (persero) Tbk. Viktor tak lain adalah Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

3. Andi Gani Nena Wea

Mei 2015, giliran Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Andi Gani Nena Wea, yang diangkat menjadi Komisaris Independen PT PP (persero) Tbk. Andi tak lain adalah Ketua Umum Relawan Buruh Sahabat Jokowi.Pada 2016, Andi jadi Komisaris Utama. Lalu pada 25 Mei 2021, Andi kembali terpilih lagi jadi Komisaris Utama.

4. Arya Sinulingga

November 2019, giliran Arya Sinulingga yang menjadi Komisaris PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum. Arya adalah staf khusus Menteri BUMN Erick Thohir yang juga juru bicara kampanye Jokowi saat Pilpres 2019. Pada Jumat, 28 Mei 2021, Arya dapat jabatan tambahan karena ditunjuk jadi Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk atau Telkom.

5. Dwi Ria Latifa dan Arif Budimanta

Februari 2020, Politikus PDI Perjuangan Dwi Ria Latifa menjadi komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara Politikus PDI Perjuangan lainnya, Arif Budimanta, menjadi komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Saat itu, Erick Thohir sempat mengatakan adanya sejumlah nama kader partai politik di jajaran dewan komisaris perusahaan pelat merah dipastikan beralasan dan tidak menyalahi peraturan.

"Misalnya adanya figur Pak Arif Budimanta (Komisaris Bank Mandiri) dia kan tidak masuk DPP (partai), dia saat ini juga bekerja membantu kami, jadi sah-sah saja," ujar Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.

6. Lukman Edy

Juni 2020, ada mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menjadi Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen di PT Hutama Karya (Persero) Tbk. Edy adalah Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

7. Ulin Ni'am Yusron

Pada Oktober 2020, giliran Ulin Ni'am Yusron yang menjadi Komisaris Independen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC. Ulin, yang pernah tercatat sebagai Dewan Penasihat Relawan Teman Jokowi dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

8. Eko Sulistyo

Tak lama setelah kabar diangkatnya Ulin Yusron sebagai komisaris ITDC, bekas relawan Jokowi lainnya, Eko Sulistyo, diangkat menjadi Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. Eko adalah mantan Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) periode 2014-2019. Dia juga tercatat pernah menjadi tim sukses Jokowi sejak di Solo.

9. Dyah Kartika Rini Djoemadi

Masih di bulan Oktober 2020, Erick mengangkat Dyah Kartika Rini Djoemadi sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero). Dyah Kartika Rini Djoemadi merupakan relawan Jokowi dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2012 dan pemilihan presiden RI pada 2014.

Tapi di luar beberapa nama ini, masih ada banyak lagi para relawan yang telah diangkat menjadi komisaris oleh Erick Thohir. Pengangkatan ini terus dilakukan meski banyak menuai kritik dari publik.

10. Zuhairi Misrawi

November 2020, Erick Thohir menunjuk Zuhairi Misrawi menjadi komisaris independen PT Yodya Karya (Persero). Zuhairi merupakan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, saat Pemilihan Presiden 2019. Kepada Tempo, Zuhairi membenarkan ihwal penunjukannya tersebut. "Iya, saya dapatkan SK kemarin sore," kata Zuhairi saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

11. Abdee Slank

Jumat, 28 Mei 2021, rapat umum pemegang saham tahunan 2020 berlangsung di Telkom. Abdee Negara pun ditunjuk menjadi komisaris independen.

Saat Pilpres 2014, Abdee menjadi menjadi inisiator Konser Salam 2 Jari untuk mendukung Jokowi. Saat Pilpres 2019, Abdee juga terlibat Konser Putih Bersatu Menuju Kemenangan Indonesia Maju di GBK, Jakarta pada 13 April 2019.

"Ini merupakan sebuah perayaan atas hasil usaha dan kerja nyata dari kepemimpinan Pak Jokowi bersama semua masyarakat dalam membangun Indonesia menuju negara maju dan makmur," kata Abdee Slank lewat keterangan tertulis pada Jumat, 5 April 2019.

Fajar Pebrianto

Meliput isu-isu hukum, korupsi, dan kriminal. Lulus dari Universitas Bakrie pada 2017. Sambil memimpin majalah kampus "Basmala", bergabung dengan Tempo sebagai wartawan magang pada 2015. Mengikuti Indo-Pacific Business Journalism and Training Forum 2019 di Thailand.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus