Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta – Gojek Indonesia kini mengenakan biaya jasa aplikasi untuk fitur GoFood dan GoSend. Besaran biaya yang dibebankan kepada pelanggan rata-rata Rp 3.000 untuk satu kali pemesanan.
“Yang baru-baru ini diumumkan, 24 Mei, adalah biaya jasa aplikasi untuk layanan GoFood dan GoSend,” ujar Vice President Corporate Communications Gojek Audrey Petriny saat dihubungi pada Ahad, 30 Mei 2021.
Audrey menjelaskan, pungutan ini merupakan praktik yang lumrah dalam bisnis layanan berbasis aplikasi. Tidak hanya di Indonesia, pungutan serupa diterapkan di berbagai perusahaan internasional.
Manajemen beralasan pungutan biaya tambahan aplikasi dilakukan untuk meningkatkan layanan. Perusahaan dari waktu ke waktu terus meningkatkan inovasi dan teknologi.
Sebelum berlaku untuk fitur GoFood dan GoSend, biaya jasa aplikasi sudah lebih dulu diterapkan untuk layanan transportasi Gojek, yakni GoRide dan GoSend.
“Untuk layanan transportasi, memang sudah diberlakukan terlebih dulu sejak 2019,” kata Audrey.
Biaya aplikasi ini terlihat saat pelanggan hendak membayar jasa penggunaan layanan Gojek. Biaya jasa aplikasi menjadi bagian terpisah dari ongkos antar untuk mitra pengemudi.
FRANCISCA CHRISTY ROSANA
Baca juga: Gojek Jelaskan Soal Pungutan Biaya Jasa Aplikasi untuk Pelanggan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini