Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah resmi menambahkan pilihan transaksi pembayaran digital dengan menghadirkan QRIS Tap. Sistem pembayaran digital berbasis Near Field Communication (NFC) ini dirancang untuk mempercepat transaksi pembayaran yang lebih praktis, efisien, dan aman.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Apa Itu QRIS Tap?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Berbeda dari QRIS konvensional yang mengharuskan pengguna memindai kode QR, QRIS Tap cukup dengan menempelkan ponsel ke mesin pembaca. Selain itu, QRIS Tap juga mengkombinasikan NFC dan Customer Presented Mode (CPM). Sistem ini lebih aman karena barcode pengguna berubah setiap 30-40 detik, mengurangi risiko penyalahgunaan data.
QRIS Tap hadir sebagai solusi bagi transaksi yang membutuhkan kecepatan tinggi, terutama di sektor transportasi umum dan layanan publik. Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi atau memindai kode QR secara manual sehingga dapat mengurangi kepadatan dari antrean.
Target Pengguna QRIS Tap
Pada 2 Agustus 2024, BI telah memperkenalkan sistem pembayaran QRIS Tap ini. Pada penerapannya, BI menargetkan QRIS Tap untuk transaksi dengan volume tinggi, seperti transportasi umum, tol, ritel, rumah sakit, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang 2025, BI berharap QRIS bisa digunakan dalam 6,5 miliar transaksi, dengan 58 juta pengguna dan 40 juta merchant.
Kepala Departemen Kebijakan Pembayaran BI Dicky Kartikoyon menjelaskan QRIS Tap hadir bukan untuk mengganti QRIS, namun melengkapi kebutuhan spesifik masyarakat yang memerlukan kecepatan transaksi. “Yang paling efektif menggunakan tap itu yang membutuhkan kecepatan. Contoh tadi transportasi. Contoh kedua jalan tol. Tap jalan itu harus cepat, kalau nggak, bisa antre,” ucapnya.
Ada 15 Penyedia Jasa QRIS Tap
Saat ini ada 11 bank dan empat dompet digital telah mendukung layanan QRIS Tap. Perbankan yang terhubung antara lain BRI, Bank Mega, CIMB Niaga, Mandiri, BNI, BCA, Bank DKI, Permata, Sinarmas, BPD Bali, dan Nationalnobu. Sementara untuk e-wallet, layanan ini tersedia di GoPay, ShopeePay, Dana, dan Netzme.
Manfaat QRIS Tap
Dilansir dari Antara, manfaat QRIS Tap dapat dirasakan oleh dua pihak, yakni bagi pengguna dan bagi merchant.
Bagi pengguna, QRIS Tap menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam bertransaksi di berbagai sektor, seperti transportasi, ritel, dan rumah sakit. Sistem ini juga mengurangi kontak fisik dalam pembayaran, sehingga lebih higienis dan selaras dengan gaya hidup digital. Tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu fisik, pengguna cukup mengandalkan smartphone untuk menyelesaikan transaksi.
Sementara bagi merchant, QRIS Tap membantu mempercepat proses pembayaran, mengurangi antrean, dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Efisiensi sistem ini juga menekan biaya operasional dengan meminimalkan kesalahan transaksi secara manual. Selain itu, penggunaan QRIS Tap sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem cashless society yang terus berkembang di era digital.
Keunggulan QRIS Tap
QRIS Tap hadir sebagai solusi pembayaran digital yang lebih cepat dan praktis dibandingkan metode konvensional. sektor. Dengan teknologi ini, transaksi bisa dilakukan dalam 0,3 detik, lebih cepat dibanding metode berbasis chip yang memerlukan 4-5 detik sehingga mengurangi antrean di layanan publik dan ritel.
Sistem ini juga lebih mudah digunakan. Pengguna tidak perlu membuka aplikasi atau memindai kode QR, cukup menempelkan ponsel ke mesin pembaca. Dari sisi keamanan, QRIS Tap dilengkapi enkripsi tingkat tinggi untuk melindungi data transaksi.
Hanya Bisa Digunakan di Android
Saat ini QRIS Tap hanya dapat digunakan pada ponsel berbasis Android. Hal ini disebabkan oleh kebijakan sistem operasi yang lebih terbuka dibandingkan iOS. "Karena bisa dikatakan android aksesnya dibuka, bisa untuk semua merek handphone dan semua jenis transaksi," ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.
Dicky menambahkan bahwa perlu waktu agar Apple membuka akses bagi QRIS Tap. Meski begitu, BI tetap mengajukan perizinan agar layanan ini bisa tersedia bagi seluruh pengguna. "Apple ini punya kebijakan, mereka tidak langsung membuka akses yang sifatnya memfasilitasi sistem pembayaran. Tidak mungkin kalau tanpa diskusi atau tanpa persetujuan mereka," ujarnya.
Implementasi QRIS Tap
QRIS Tap kini sudah diterapkan di sejumlah layanan transportasi, seperti MRT Jakarta, TransJakarta, DAMRI, dan Trans Sarbagita Bali. Dalam beberapa bulan ke depan, cakupannya akan diperluas ke LRT Jabodebek, KRL Jabodetabek, dan berbagai layanan bus kota lainnya. Sistem pembayaran ini diharapkan membuat transaksi lebih efisien, mengurangi antrean, dan memudahkan pengguna transportasi tanpa harus membawa uang tunai atau kartu fisik.
Selain transportasi, QRIS Tap mulai digunakan di sektor lain, seperti ritel, rumah sakit, UMKM, dan layanan parkir. Di kasir ritel, transaksi menjadi lebih cepat dan praktis. Dalam layanan kesehatan, pembayaran pasien bisa dilakukan tanpa antre panjang. Bagi UMKM, sistem ini mendorong digitalisasi dan memperluas akses ke pelanggan yang semakin terbiasa dengan pembayaran non-tunai.
Cara Menggunakan QRIS Tap
Adapun cara menggunakan QRIS Tap ini sebagai berikut:
- Aktifkan fitur NFC di ponsel.
- Buka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS Tap, seperti mobile banking atau e-wallet yang telah terdaftar sebagai penyedia layanan.
- Pilih menu QRIS Tap di aplikasi tersebut.
- Masukkan PIN atau kata sandi untuk konfirmasi identitas.
- Tempelkan ponsel ke mesin pembaca di merchant atau layanan transportasi.
- Tunggu notifikasi transaksi berhasil, lalu simpan bukti pembayaran jika diperlukan.
Haura Hamidah, Achmad Ghiffary Mannan, Dede Leni Mardianti, Sukma Kanthi Nurani, dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: QRIS Tap Hanya Bisa Digunakan di Android, Ini Alasannya