Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Jadi Pihak Diuntungkan Ekspor Pasir Laut, Apa Fungsinya untuk Singapura?

Alasan pasir laut Indonesia menguntungkan bagi Singapura

15 Oktober 2024 | 08.25 WIB

Ilustrasi pasir laut. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi pasir laut. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kapal asing disebut-sebut mencuri pasir laut di wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan saat dilakukan pemeriksaan, kedua kapal terindikasi melakukan penambangan pasir laut di perairan Indonesia tidak sesuai aturan dan ketentuan.

"Hal tersebut merupakan hasil tracking dan bisa kami buktikan kepada masyarakat ternyata ada kapal-kapal asing yang diduga melakukan pencurian pasir laut di wilayah Indonesia," kata Pung Nugroho Saksono dalam keterangan tertulis Ahad, 13 Oktober 2024.

Menurut Ipunk, kapal tersebut memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa dokumen izin yang jelas. Bahkan, dalam satu bulan kapal ini bisa 10 kali masuk untuk mengeruk pasir laut di Kepri. Kapal itu kedapatan membawa 10 ribu meter kubik pasir. 

Dalam kasus ini Singapura ditengarai menjadi salah satu yang diuntungkan. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Fungsi Pasir Laut bagi Singapura

Pasir laut ternyata memiliki sejumlah manfaat dan jadi salah satu komoditas yang sangat diperlukan oleh Singapura. Apa saja?

1. Reklamasi Lahan 

Salah satu penggunaan utama pasir laut bagi Singapura adalah dalam proyek reklamasi lahan. Sebagai negara yang memiliki luas wilayah terbatas dan populasi yang terus berkembang, Singapura harus menemukan cara untuk memperluas wilayahnya. Reklamasi lahan, yakni menambah luas daratan dengan menguruk wilayah laut menggunakan pasir, menjadi solusi yang sangat penting.

Proyek ini telah berlangsung selama beberapa dekade dan memungkinkan Singapura membangun berbagai infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, dan area pemukiman di atas tanah hasil reklamasi. Salah satu proyek reklamasi yang terkenal adalah perluasan Bandara Changi dan area pelabuhan Tuas. Selain itu, berbagai proyek reklamasi lainnya juga memungkinkan Singapura membangun kawasan bisnis baru dan mengatasi kekurangan lahan untuk perumahan dan industri.

2. Bahan Baku Konstruksi 

Selain untuk reklamasi, pasir laut juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri konstruksi. Pasir laut merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan beton, yang digunakan secara luas dalam pembangunan gedung-gedung pencakar langit, jalan raya, dan berbagai infrastruktur lainnya di Singapura. Dalam pembangunan yang pesat, permintaan terhadap pasir laut sebagai bahan baku sangat tinggi, dan ketersediaan pasir laut menjadi sangat penting bagi kelangsungan proyek-proyek konstruksi tersebut.

3. Ketahanan Infrastruktur 

Penggunaan pasir laut di Singapura juga terkait dengan kebutuhan akan infrastruktur yang tahan lama dan kuat. Dengan kondisi geografis yang berada di kawasan tropis yang rentan terhadap badai dan hujan deras, Singapura membutuhkan bahan-bahan bangunan yang mampu menghadapi tekanan lingkungan. Pasir laut yang digunakan dalam beton berkualitas tinggi membantu menciptakan infrastruktur yang kokoh dan tahan lama, yang mendukung pertumbuhan ekonomi Singapura.

Indonesia buka keran ekspor

Kebijakan pemerintah kembali membuka keran ekspor pasir laut dari Indonesia dapat memberikan keuntungan besar bagi Singapura, mengingat tingginya kebutuhan mereka terhadap komoditas ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Singapura akan diuntungkan jika Indonesia kembali mengekspor pasir laut:

1. Akses ke Sumber Pasir yang Dekat 

Singapura sebelumnya mendapatkan sebagian besar pasokan pasir lautnya dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia. Namun, Indonesia sempat memberlakukan larangan ekspor pasir laut pada tahun 2003 karena alasan lingkungan. Jika Indonesia kembali menjual pasir laut, Singapura akan mendapatkan pasokan yang lebih stabil dan biaya transportasi yang lebih rendah karena kedekatan geografis antara kedua negara. Hal ini tentu akan menguntungkan Singapura dalam hal penghematan biaya logistik.

2. Menjamin Kelangsungan Proyek Reklamasi 

Singapura memiliki rencana besar untuk reklamasi lahan di masa depan. Proyek-proyek reklamasi yang besar seperti Greater Southern Waterfront, yang diproyeksikan menjadi pusat bisnis dan pemukiman baru di Singapura, memerlukan pasokan pasir laut dalam jumlah besar. Jika Indonesia sebagai salah satu pemasok utama membuka kembali ekspornya, ini akan memastikan pasokan pasir yang dibutuhkan untuk proyek-proyek jangka panjang tersebut tetap tersedia.

3. Menekan Harga Pasar 

Larangan ekspor pasir laut dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, menyebabkan lonjakan harga pasir laut di pasar internasional. Singapura terpaksa mencari sumber pasir dari negara yang lebih jauh seperti Australia, yang meningkatkan biaya. Dengan dibukanya kembali ekspor dari Indonesia, pasokan pasir laut akan lebih berlimpah, dan Singapura dapat memperoleh pasir dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini sangat penting untuk menekan biaya pembangunan di negara tersebut.

4. Keberlanjutan Proyek Infrastruktur 

Dengan meningkatnya permintaan untuk pembangunan infrastruktur di Singapura, termasuk gedung pencakar langit, jalan raya, dan sistem transportasi baru, keberlanjutan pasokan pasir laut menjadi sangat penting. Jika Singapura kembali dapat mengimpor pasir laut dari Indonesia, mereka akan memiliki kepastian pasokan yang memungkinkan kelangsungan proyek-proyek besar tanpa kendala terkait bahan baku.

5. Dampak Lingkungan dan Etika

Meskipun Singapura akan diuntungkan secara ekonomi jika Indonesia kembali menjual pasir lautnya, ada sejumlah pertimbangan penting yang harus diperhatikan. Pasir laut adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, dan penambangannya dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut yang signifikan. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah memberlakukan larangan ekspor pasir laut karena kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya, seperti abrasi pantai, hilangnya habitat laut, dan penurunan kualitas air.

SRI DWI APRILIA | LINDA LESTARI | REUTERS 

Pilihan Editor: KKP Akan Lakukan Monitoring Perairan Batam setelah 2 Kapal Asing Tertangkap Curi Pasir Laut

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus