KSAD Jenderal Edi Sudradjat minggu lalu meninjau perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Jenderal ini bukan tamu di sini, karena perkebunan itu merupakan proyek kerja sama antara PT Indo Truba Tengah -- sebuah perusahaan yang bernaung di bawah Yayasan Kartika Eka Paksi TNI Angkatan Darat -- dan Salim Group. Di bawah sistem PIR, yang dikhususkan bagi purnawirawan TNI AD, perkebunan itu direncanakan seluas 50 ribu hektare. Kini, setelah tiga tahun, baru 1.200 hektare yang ditanami. Sebagai salah satu dari 36 anak perusahaan milik PT Tri Usaha Bhakti (Truba), PT Truba Tengah mempunyai aset senilai Rp 500 miliar. Menurut direktur utamanya, Radiyon Mustofa, pada tahun 1991 Truba termasuk dalam daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Sektor usaha yang digarap bervariasi, mulai dari asuransi, industri, konstruksi, perkayuan, sampai survei dan pemetaan. Dari 36 perusahaan tersebut, 14 buah dimiliki oleh Truba sendiri dan sisanya bekerja sama dengan pihak lain. Yang prospeknya baik selain PT Indo Truba Tengah adalah PT Truba Jurong Engineering (konstruksi untuk PLTU dan pabrik), PT Sakai Sakti (industri alat berat untuk pembuatan jalan), dan PT Sempati Air. PT Truba Jurong Engineering, misalnya, tahun 1992 mencatat omset sampai Rp 85 miliar. Menurut Edi Sudradjat, seluruh keuntungan Truba digunakan untuk kesejahteraan prajurit dan purnawirawan. Selain memiliki saham Truba, Yayasan Kartika Eka Paksi juga mempunyai saham dalam beberapa usaha lain, seperti Bank Artha Graha, HPH ITCI, dan superblok Sudirman Central Business District.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini