Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan Indonesia saat ini masih belum memiliki cadangan protein nasional.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Sampai hari ini cadangan protein nasional tidak ada. Jadi kalau ada apa-apa, misalnya outbreak ayam, sekarang tidak ada cadangan dari ayam dan telur karena belum ada Bulog-nya,” kata Nasrullah di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Juni 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ia mengatakan subsektor peternakan saat ini paling rengan terhadap fluktuasi yang mengakibatkan harga tidak stabil. Hal ini, kata dia, berdampak pada peternak khususnya peternak ayam.
Ia mengatakan saat ini Kementerian Pertanian berupaya mengendalikan stabilisasi harga ayam dan telur nasional. Menurutnya, peternak mandiri harus bermitra dengan perusahaan peternakan dalam kemitraan yang saling menguntungkan.
“Untuk menjawab ini kami melihat bahwa kemitraan menjadi salah satu alternatif yang bisa menjawab persoalan ini. Kami melihat kemitraan ini harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan, sehingga tidak ada mitra yang saling pukul,” kata dia.
Nasrullah meminta KPPU untuk mengawasi kemitraan ini agar peternak tidak dirugikan oleh mitra usahanya. Setelah kemitraan ini berjalan baik, pemerintah berharap agar bisa bergerak untuk membuat cadangan pangan nasional.
“Kalau sudah ada kemitraan, kami atur kemitraan dengan baik. Kemudian pemerintah hadir untuk membuat cadangan pangan nasional,” kata dia.
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.