Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Produk tekstil impor kian marak di pasar domestik.
Modus lama impor tekstil ilegal masih berjalan.
Asosiasi pengusaha melacak sejumlah perusahaan pelaku impor ilegal.
BEBERAPA lembar kain batik dengan motif alam floral titik membetot perhatian pengunjung pameran Inatex-Indo Intertex di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu-Jumat, 29-31 Maret lalu. Sekilas kain tersebut mirip dengan batik gentongan khas Madura, Jawa Timur. Tak disangka, kain itu adalah tekstil impor yang dibuat perusahaan asal Cina, Changxing Tianxiang Textile Co Ltd. Dan ternyata pameran berisi 500 peserta ini didominasi produsen tekstil Negeri Tirai Bambu. “Hanya 10 persen peserta Indonesia,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jemmy Kartiwa Sastraatmadja kepada Tempo, Sabtu, 1 April lalu. "Tidak ada koordinasi dengan kami,” ucapnya, kecewa.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo