Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ekonomi

Berita Tempo Plus

Menghadang Tekstil Terlarang

Tekstil impor kian marak. Sebagian besar masuk lewat jalur ilegal. Ada 60 perusahaan yang diduga terlibat. 

2 April 2023 | 00.00 WIB

Tumpukan pakaian bekas impor di Tempat Penimbunan Pebaean Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, 28 Maret 2023. Tempo/Tony Hartawan
Perbesar
Tumpukan pakaian bekas impor di Tempat Penimbunan Pebaean Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Cikarang, Kabupaten Bekasi, 28 Maret 2023. Tempo/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Produk tekstil impor kian marak di pasar domestik.

  • Modus lama impor tekstil ilegal masih berjalan.

  • Asosiasi pengusaha melacak sejumlah perusahaan pelaku impor ilegal.

BEBERAPA lembar kain batik dengan motif alam floral titik membetot perhatian pengunjung pameran Inatex-Indo Intertex di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu-Jumat, 29-31 Maret lalu. Sekilas kain tersebut mirip dengan batik gentongan khas Madura, Jawa Timur. Tak disangka, kain itu adalah tekstil impor yang dibuat perusahaan asal Cina, Changxing Tianxiang Textile Co Ltd. Dan ternyata pameran berisi 500 peserta ini didominasi produsen tekstil Negeri Tirai Bambu. “Hanya 10 persen peserta Indonesia,” kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jemmy Kartiwa Sastraatmadja kepada Tempo, Sabtu, 1 April lalu. "Tidak ada koordinasi dengan kami,” ucapnya, kecewa.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Retno Sulistyowati

Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Bergabung dengan Tempo pada 2001 dengan meliput topik ekonomi, khususnya energi. Menjuarai pelbagai lomba penulisan artikel. Liputannya yang berdampak pada perubahan skema impor daging adalah investigasi "daging berjanggut" di Kementerian Pertanian.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus