Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta kasus parkir kendaraan senilai Rp 350 ribu di Malioboro, Yogyakarta, tak terulang. Dia melihat peristiwa ini dapat menjadi preseden buruk pada masa mendatang.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisasi hal ini. Akan kami tindak secara tegas agar tidak terulang lagi di kemudian hari,” ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin, 24 Januari 2022.
Dia menyayangkan peristiwa parkir dengan nilai tak masuk akal tersebut terjadi di Yogayakarta. Sebab, Yogyakarta selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan.
Sandiaga khawatir kejadian itu memberikan dampak negatif di tengah pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tengah bangkit dari pandemi Covid-19. Di sisi lain agar tak terjadi berulang, Sandiaga meminta wisatawan untuk memarkir kendaraannya di tempat resmi.
Pemerintah Provinsi Yogyakarta, kata dia, telah menyiapkan lahan parkir di area Parkir Senopati, Taman Parkir Ngabean, dan Abu Bakar Ali. Ketiga tempat parkir resmi tersebut mematok tarif sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Sebelumnya viral di media sosial soal tarif parkir bus di Jalan Margo Utomo, Malioboro. Tarif yang harus dibayar wisatawan untuk dua jam sebesar Rp 350 ribu.
Ketua Kelompok Forum Komunikasi Petugas Parkir Kota Yogyakarta atau FKPPY Hanarno mengatakan, sekarang tempat parkir sudah tidak beroperasi dan peristiwa ini hanya kasuistis. Namun dia berharap pemerintah menindak parkir-parkir liar yang meresahkan itu.
Menurut dia, parkir liar yang mematok tarif sembarangan di Malioboro itu berdampak kepada para petugas parkir resmi yang selama ini mematuhi peraturan. "Kejadian ini membuat kami tidak bisa bekerja tenang. Apalagi caranya memakai bukti kuitansi, bukan karcis parkir resmi,” katanya.
FRANCISCA CHRISTY ROSANA | PRIBADI WICAKSONO
Baca juga: Airlangga: Anggaran Pembangunan Tahap I Ibu Kota Negara Rp 45 Triliun
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini