Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pemerintah menaikkan target penerimaan pajak tahun 2025.
Capaian pajak tahun ini tak tercapai akibat banyak faktor, terutama lesunya industri pertambangan.
Sebelum pandemi Covid-19, tambahan penerimaan pajak rata-rata setiap tahun hanya Rp 68,62 triliun.
TARGET penerimaan pajak tahun ini meningkat signifikan dibanding pada tahun lalu. Pemerintahan Prabowo Subianto membidik penerimaan pajak sebesar Rp 2.189,3 triliun atau setara dengan 9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan kenaikan sebesar 13,29 persen atau Rp 256,9 triliun dari realisasi pada 2024 yang sebesar Rp 1.932,4 triliun.
Tingginya target penerimaan pajak yang dibidik pada tahun ini menjadi sorotan. Apalagi setoran pajak tahun lalu tidak mencapai target, yaitu hanya 97,2 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi penerimaan pajak yang tidak mencapai target merupakan yang pertama kali dalam empat tahun terakhir.
Meski demikian, ia tetap optimistis target penerimaan pajak 2025 bisa tercapai sehingga pendapatan negara bisa meningkat. "Kami akan lakukan dengan reformasi perpajakan, pajak, dan bea-cukai dengan menyusun program, termasuk dalam hal ini menggunakan teknologi digital," ujar Sri Mulyani saat konferensi pers APBN 2024 pada Senin, 6 Januari 2025.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo