Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Limfoma Hodgkin adalah kanker pada sistem kelenjar getah bening, yaitu sistem yang terdiri dari jaringan pembuluh dan kelenjar yang tersebar di seluruh tubuh. Kanker ini merupakan salah satu jenis dari kanker kelenjar getah bening. Presentase penyakit ini masih lebih rendah dibandingkan jenis kanker getah bening lainnya, yaitu Limfoma Non-Hodgkin. Hanya 20 persen penderita kanker kelenjar getah bening yang mengidap jenis Limfoma Hodgkin. Sementara itu, 80 persen lainnya mengidap kanker Limfoma Non-Hodgkin.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Munculnya kanker ini dapat ditandai dengan beberapa gejala, seperti benjolan, demam, keringat berlebih saat tidur, rasa letih yang berlebih, rasa gatal, dan berat badan yang menurun drastis secara tiba-tiba. Gejala yang paling mudah untuk dikenali adalah benjolan pada tubuh. Baca: Dipuji Fashionable, Puti Guntur Soekarno: Saya Dulu Tomboy
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Benjolan dapat muncul di bermacam-macam titik pada tubuh. Benjolan paling sering muncul pada bagian ketiak, leher, dan pangkal paha. Dalam acara yang bertajuk “Mengenal Kanker Limfoma Hodgkin dan Inovasi Terapi Terbaru”, kata Sekertaris Jenderal Persatuan Hematologi-Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Dody Ranuhardi, pada acara 'Mengenal Kanker Hodgkin Limfoma dan Inovasi Terapi Terbaru', Rabu 17 Januari 2018 di Gran Melia, Jakarta.
Jika benjolan berada di atas diafragma, besar kemungkinan kanker tersebut masih berada pada stadium ringan, yaitu stadium 1 dan stadium 2. Lalu, jika benjolan berada di bawah diafragma, kemungkinan kanker sudah berada pada stadium tinggi, yaitu stadium 3 dan stadium 4. Baca: Advent Bangun Gagal Ginjal, Simak Gejala dan Penyebabnya
Kanker Limfoma Hodgkin dapat disembuhkan dengan beberapa cara, yaitu kemoterapi, radioterapi, cell transplant, dan targeted therapy. Dalam acara itu, Ketua Persatuan Hematologi-Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Arry H. Reksodiputro menjelaskan bahwa kanker Limfoma Hodgkin memiliki angka harapan sembuh yang tinggi jika ditemukan saat masih berada pada stadium awal. “80 persen dari kasus kanker Limfoma Hodgkin dapat disembuhkan melalui kemoterapi jika terdeteksi dini,” kata Arry. Oleh karena itu, Arry menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah kegagalan penyembuhan kanker.
MAGNULIA SEMIAVANDA HANINDITA