Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Ciri-ciri Ginjal yang Sehat dan Sakit

Ginjal yang sehat atau sakit memiliki beberapa ciri yang bisa dievaluasi baik secara langsung maupun melalui pemeriksaan medis.

6 Maret 2025 | 10.27 WIB

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi ginjal. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring air dan zat sisa dari darah dan menghasilkan urine. Penyakit ginjal berarti ginjal rusak dan tidak dapat menyaring darah sebagaimana mestinya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes merusak fungsi ginjal dengan merusak unit penyaringan dan tubulus ini. Kerusakan tersebut menyebabkan jaringan parut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Universitas Indonesia, Anindia Larasati, mengatakan ginjal yang sehat memiliki beberapa ciri yang bisa dievaluasi baik secara langsung maupun melalui pemeriksaan medis. Begitu pula dengan ginjal yang sakit atau tidak sehat.

“Ginjal yang sehat ini sebenarnya bisa kita nilai atau bisa kita evaluasi dari beberapa cara, yang paling umum dan mudah itu dengan melihat warna urin atau warna air seni kita,” kata Anindia seperti dilansir dari Antara, Selasa, 4 Maret 2025.

Ciri Ginjal yang Sehat dan Sakit 

Urine

Anindia menerangkan, ginjal yang berfungsi dengan baik akan menghasilkan urine berwarna kuning jernih, tidak keruh, dan tidak berbusa. Selain itu, jumlah urine yang dikeluarkan juga cukup, tidak terlalu banyak maupun sedikit. 

Namun, untuk menilai kesehatan ginjal lebih mendalam dan akurat, pemeriksaan laboratorium seperti ureum dan kreatinin sangat penting. Hasil pemeriksaan ini, menurut Anindia, dapat membantu untuk mengetahui fungsi ginjal, salah satunya melalui parameter laju filtrasi glomerulus (eGFR).

Ginjal yang sehat biasanya memiliki eGFR di atas 90. Selain itu, pemeriksaan elektrolit seperti kadar natrium, kalium, dan klorida juga penting karena ginjal berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Tekanan Darah

Selain pemeriksaan medis, tekanan darah juga dapat menjadi indikator penting. Tekanan darah yang stabil di bawah 140/90 mmHg tanpa perlu obat hipertensi menunjukkan fungsi ginjal yang baik. Sebaliknya, ginjal yang tidak sehat atau sakit dapat dibagi menjadi dua kondisi, yaitu gagal ginjal akut dan penyakit ginjal kronik.

Gejala Penyakit Ginjal 

Anindia mengatakan, gagal ginjal akut terjadi secara cepat, sering kali dalam waktu kurang dari 48 jam, dan biasanya disertai gejala seperti diare, muntah, atau dehidrasi berat. Jika kondisi ini terdeteksi dan ditangani dengan cepat, fungsi ginjal bisa pulih.

“Bila kondisi-kondisi ini cepat kita deteksi dan bisa kita hentikan atau kita kembalikan kepada kondisi yang normal, artinya dehidrasinya kita atasi, muntahnya kita hentikan, ya insya Allah fungsi ginjalnya bisa kembali normal seperti sebelumnya,” kata Anindia.

Sementara itu, penyakit ginjal kronik (PGK) berkembang perlahan dan sering kali tanpa gejala. Biasanya, kondisi ini berlangsung lebih dari tiga bulan, dan sering baru diketahui setelah pemeriksaan seperti ureum kreatinin dan eGFR.

Karena itu, Anindia menekankan penting untuk rutin memeriksakan kesehatan ginjal guna mencegah penurunan fungsi ginjal yang lebih parah.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus