Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Musim hujan membuat kondisi di berbagai daerah menjadi sangat lembap. Kondisi ini bisa memicu munculnya beberapa penyakit yang menyertai di antaranya infeksi jamur pada kulit kaki penyebab kutu air.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kutu air ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit. Permukaan kulit jadi bersisik dan menimbulkan rasa gatal yang berlebihan pada area terkontaminasi infeksi jamur.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Parahnya, rasa gatal akan semakin menjadi-jadi ketika penderitanya melepas kaus kaki atau sepatu jika kutu air di area kaki. Pada beberapa kondisi kutu air juga memicu bau kaki, luka pada kaki, dan kulit kaki yang terlihat melepuh.
Baca: Waspada Serangan Kutu Air Dari Kaki Bisa Ke Sekujur Tubuh
Rutinitas harian pun tak terelakkan dari kondisi kelembapan yang tinggi.Tak salah jika berusaha meminimalisir dampak infeksi jamur pada kulit tersebut. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa mencegah kutu air.
Jadi perlu memperhatikan, untuk tidak berjalan dengan kaki telanjang di lantai basah atau lembab. Harus pakai sandal. Lalu usahakan ganti kaus kaki maksimal dua hari sekali. Begitupun sepatu, mesti diganti atau di cuci secara berkala.
Paling penting, keringkan kaki sebelum memakai sepatu. Karena pakai sepatu saat kaki basah bisa menimbulkan bau tak sedap, juga kondisi lembab disukai jamur, dapat mengundang kutu air bersarang. Terakhir tetap jaga kebersihan tempat tinggal.
RAUDATUL ADAWIYAH NASUTION