Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Panitia penyelenggara Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, membeli tas rajut khas Papua yang disebut noken seharga Rp 90 juta untuk dipamerkan di festival yang menampilkan sejumlah atraksi dan tradisi budaya Papua seperti atraksi perang suku, lomba panahan, lempar tombak (sege), peragaan masak-memasak dengan cara tradisional (bakar batu), atraksi pembuatan noken tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Noken merupakan kerajinan tangan pengrajin Papua yang terbuat dari daun pandan dan kulit kayu. Noken biasanya dibawa di kepala untuk membawa barang kebutuhan sehari-hari, seperti hasil-hasil pertanian (sayuran, umbi-umbian, dan barang dagangan) ke pasar.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Noken diambil dari bahasa Biak dari kata inokson atau inoken. Karena keunikannya dibawa dengan kepala. Noken dipakai juga untuk menggendong anak karena ventilasi udaranya aman. Sebab, noken terbuat dari daun pandan dan daun-daun lainnya sehingga aman untuk bayi. Noken juga memperkuat otot bayi yang digendong dengan noken sehingga jarang sakit.
Ketua Pelaksana FBLB Atika Pratama saat di Wamena, mengatakan noken raksasa yang akan dipamerkan tersebut berukuran 30 meter. Noken itu kini sedang diproduksi di Kampung Waga-Waga dan berbahan dasar kulit kayu. "Untuk noken asli yang ada di Waga–waga sudah disepakati bersama dengan panitia Rp 90 juta," katanya pada Kamis 1 Agustus 2019.
Noken raksasa ini akan ditampilkan kepada peserta FBLB pada saat pembukaan FBLB yang berlangsung di Distrik Welesi. "Noken asli dijadwalkan tanggal 2 Agustus sudah dirampungkan, karena 3 Agustus menatang akan dibawa ke lokasi FBLB untuk gladiresik, dalam prosesnya akan ada prosesi dari penari untuk membawa noken asli tersebut," katanya.
Membutuhkan 10 wanita untuk merajut noken, kini noken itu sudah hampir rampung. FBLB dijadwalkan akan dibuka pada 7 Agustus mendatang. Penyelenggara memastikan kesiapan sarana pendukung di lokasi FBLB sudah dibenahi lebih baik dibandingkan tahun lalu.