Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Pola Makan yang dianjurkan buat Penderita Hipertiroid

Buat pemilik masalah kelebihan tiroid atau hipertiroidisme, berikut pola makan yang perlu Anda perhatikan.

10 Juli 2021 | 21.02 WIB

Ilustrasi tiroid. shutterstock.com
Perbesar
Ilustrasi tiroid. shutterstock.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Hipertiroidisme adalah kondisi yang dapat diobati dan terdapat beberapa perawatan medis yang tersedia. Hipertiroidisme juga dikenal sebagai tiroid yang terlalu aktif dan dapat menimbulkan beberapa gejala bagi penderitanya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mengutip dari situs web National Health Service (NHS), perawatan utama untuk hipertiroid adalah obat-obatan, perawatan yodium radioaktif, atau pembedahan. Lalu, ada beberapa makanan yang perlu dimakan dan perlu dihindari, oleh penderita hipertiroidisme. Dilansir dari Express, berdasarkan paduan NHS Eatwell, makanan-makanan yang sehat dapat meliputi sebagai berikut.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

-Makan setidaknya lima porsi buah dan sayuran yang berbeda setiap hari.
-Banyak makanan bertepung serat, seperti kentang, roti, nasi atau pasta.
-Minum susu
-Makan kacang-kacangan, ikan, telur, daging, dan protein lain.
-Memilih minyak dan olesan tak jenuh dan kosumsi dalam jumlah kecil.
-Kosumsi banyak air, 6-8 gelas.
-Suplemen atau vitamin khusus untuk penderita hipertiroid.

Perlu diperhatikan, penderita Hipertiroidisme perlu menghindari rumput laut, dulse, atau jenis rumput laut lain karena dapat memperburuk penyakit. Informasi ini disebutkan melalui situs web Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal di Amerika Serikat.

Konsumsi suplemen yodium juga dapat memberikan efek yang sama. Untuk lebih berhati-hati, bisa meminum sirup obat batuk atau multivitamin karena dapat mengandung yodium. Beberapa gejala yang dapat terjadi jika mengalami penyakit ini yakni merasa gugup, cemas, lekas marah, hiperaktif, sulit tidur, dan perubahan suasana hati.

Selain itu, penderita akan merasa sulit tidur, merasa lelah, otot merasa lemah, itensitas buang air kecil lebih banyak, gatal dan kehilangan minat pada seks. Tanda fisik lain dari tiroid yakni adanya pembesaran kelenjar tiroid (gondok), detak jantung yang tidak teratur, berkedut, gemetar, telapak tangan merah, kuku longgar, kerontokan, penurunan berat badan dan masalah mata.

Pastikan untuk menjaga kesehatan dengan memakan makanan yang sehat dan jika bergejala, berkonsultasilah dengan dokter. Hal ini dapat membantu mempercepat kesembuhan dan lebih cepat untuk kembali pulih.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus