Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

gaya-hidup

Saran Pakar untuk Selamatkan Anak yang Tenggelam

Sejumlah cara perlu diperhatikan orang tua saat ingin menolong anak yang tenggelam di dalam kolam. Berikut saran dokter anak.

12 November 2024 | 20.42 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Konsultan emergensi rawat intensif anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. dr. Rismala Dewi, Sp.A (K), menyebut sejumlah cara yang perlu diperhatikan orang tua saat ingin menolong anak yang tenggelam di dalam kolam.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Tenggelam merupakan salah satu kecelakaan, sesuatu yang tidak disengaja, banyak kejadian pada anak-anak yang belum bisa berenang dan bisa terjadi kematian karena hal tersebut,” katanya dalam diskusi daring, Selasa, 12 November 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Banyaknya bangunan yang memiliki kolam dan menjadi sarana bermain anak, Rismala menuturkan cara pertama menolong anak yang tenggelam adalah tidak ikut masuk ke dasar kolam. Tujuannya agar orang yang menolong tidak ikut tenggelam, mengalami second victim syndrome, serta menambah kepanikan mengingat anak pasti sudah banyak menelan banyak air, panik, dan pernapasannya terganggu.

Minta bantuan orang lain
Selanjutnya jika anak bisa diraih dalam posisi dekat, seperti mendekat ke tepi kolam, orang tua yang menolong dapat segera meraihnya, baik dari sisi depan atau belakang. Rismala menjelaskan ketika anak sudah berada di sisi kolam, orang yang menolong harus segera memastikan anak tetap bernapas, tidak turun kesadaran, dan tidak mengalami kedinginan akibat suhu air kolam yang dingin.

“Karena suhu turun akibat air kolam, kita bisa hangatkan lalu lihat kondisinya apa dia mengalami sesak napas karena air kolam masuk,” jelas Rismala.

Sebaliknya, ketika merasa tidak mampu menolong anak tenggelam, Rismala mengimbau orang tua segera meminta bantuan pada orang-orang yang berada di sekitar. Jika memungkinkan, orang tua perlu mencari orang yang cepat tanggap dan sudah terlatih untuk melakukan bantuan hidup dasar. Dengan demikian, anak akan mendapatkan pertolongan yang tepat.

“Setiap menghadapi kegawatan, kita harus minta tolong. Jadi ketika kita tidak bisa, jangan lakukan sendiri dan panik. Sebelum melakukan pertolongan, panggil (orang lain) dulu, bahwa di sini ada kecelakaan,” saran Rismala.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus