Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Hari Ini Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Yogyakarta Tiada Grebeg Mulud

Keraton Yogyakarta memberikan alternatif bagi masyarakat yang menantikan tradisi Grebeg Mulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.

19 Oktober 2021 | 05.05 WIB

Ada tujuh gunungan berisi hasil bumi yang dibawa dari Keraton Yogyakarta menuju tiga titik untuk penyelenggaraan Grebeg Maulud pada 21 November 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono
Perbesar
Ada tujuh gunungan berisi hasil bumi yang dibawa dari Keraton Yogyakarta menuju tiga titik untuk penyelenggaraan Grebeg Maulud pada 21 November 2018. Tempo/Pribadi Wicaksono

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Yogyakarta - Hari ini, Selasa 19 Oktober 2021, adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad. Biasanya Keraton Yogyakarta menggelar Grebeg Mulud dengan arak-arakan prajurit dan gunungan yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tradisi Grebeg Mulud ini menjadi daya tarik wisata sekaligus melestarikan budaya. Pada hari H, biasanya wisatawan sudah menyemut di area Alun-alun Utara atau sekitar Masjid Gede Kauman sejak pagi. Di sinilah tempat berlangsungnya arak-arakan prajurit dan gunungan yang keluar dari Keraton Yogyakarta.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Di halaman Masjid Gede Kauman itu biasanya wisatawan menanti gunungan berisi hasil bumi yang dibawa para bregada atau prajurit keraton. Gunungan itu kemudian diperebutkan sebagai simbol berkah dari raja yang akan membawa kebahagiaan.

Hanya saja, sejak pandemi Covid-19 terjadi, Keraton Yogyakarta memutuskan tidak menggelar Grebeg Mulud. Dengan kasus Covid-19 di Yogyakarta yang kian melandai, apakah Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengizinkan acara Grebeg Mulud?

"Tidak ada (perayaan Garebeg Mulud)," kata Sultan Hamengku Buwono X pada Senin, 18 Oktober 2021. Keraton Yogyakarta juga mengumumkan keputusan itu melalui media sosial. "Sehubungan dengan masih berlaku PPKM Darurat di wilayah DI Yogyakarta, Keraton Yogyakarta meniadakan arak-arakan prajurit dan Gunungan Garebeg Mulud dalam peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Selasa, 19 Oktober 2021/12 Mulud Alip 1955."

Kendati tiada arak-arakan Grebeg Mulud, Keraton Yogyakarta memberikan alternatif bagi masyarakat yang menantikan tradisi tersebut. Keraton Yogyakarta akan menayangkan berbagai video tentang Grebeg Mulud lewat YouTube, Facebook, Instagram, dan Twitter resmi keraton.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 DI Yogyakarta, Berty Murtiningsih mengatakan penularan kasus Covid-19 memang masih terus terjadi hingga Senin, 18 Oktober 2021. "Hari ini ada tambahan 15 kasus baru dan yang satu orang meninggal karena Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo," kata Berty. Dengan begitu, total kasus meninggal menjadi 5.233 orang.

#pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

Baca juga:
Hari Libur Maulid Nabi Muhammad Bukan Selasa, tetapi Rabu 20 Oktober 2021

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Rini Kustiani

Rini Kustiani

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus