Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Meluncur Pagi Ini, KA Joglosemarkerto Hubungkan Wisata Jateng-DIY

PT KAI resmi meluncurkan kereta api alias KA Joglosemarkerto untuk menghubungkan lintas selatan dan utara DIY dan Jawa Tengah,

1 Desember 2018 | 08.52 WIB

Ilustrasi Rangkaian Kereta Api
Perbesar
Ilustrasi Rangkaian Kereta Api

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Solo - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan kereta api KA Joglosemarkerto untuk menghubungkan lintas selatan dan utara DIY dan Jawa Tengah, Sabtu pagi, 1/12. Dengan peluncuran ini maka berbagai destinasi wisata di wilayah yang dilalui juga kian mudah dijangkau.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Ini sebenarnya mengakomodasi keinginan masyarakat yang memang ingin lintas selatan dan utara nyambung," kata Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI (Persero) Bambang Eko Martono di sela peluncuran KA Joglosemarkerto di Stasiun Solo Balapan, Sabtu, 1/12.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Ia mengatakan selama ini lintas utara dan selatan masing-masing dilayani oleh KA yang berbeda. Itu sebabnya, penumpang harus melewati proses transit untuk menuju ke lintasan lain. "Misalnya kalau mau ke utara transit dulu di Purwokerto, begitu juga sebaliknya, harus transit dulu di Semarang."

Rute baru ini akan dilayani tiga train set atau rangkaian kereta api yang masing-masing berangkat dari Solo, Semarang, dan Purwokerto. "KA ini terdiri atas Joglokerto dan Kamandaka. Dua kereta tersebut mulai saat ini sudah digantikan dengan KA Joglosemarkerto," kata Bambag Eko.

Rangkaian kereta itu masing-masing terdiri atas tujuh kereta kelas ekonomi dan dua kereta kelas eksekutif. Untuk dua kereta eksekutif ini masing-masing berkapasitas 50 penumpang. "Kalau untuk kelas ekonomi totalnya berkapasitas 560 penumpang," katanya.

Salah satu penumpang, Langgeng Widodo mengaku senang dengan adanya KA Joglosemarkerto tersebut karena menghubungkan lintas utara dan selatan untuk satu perjalanan. "Ini bisa jadi alternatif wisata di DIY dan Jawa Tengah," katanya.

ANTARA

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus