Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Ritual Budaya Bakal Ramaikan Momen Libur Lebaran di Banyuwangi

Selain Barong Ider Bumi, ada juga Seblang Olehsari yang digelar pada pekan pertama Syawal di Banyuwangi.

31 Maret 2025 | 19.00 WIB

Seorang pengunjung diajak menari bersama dalam ritual Seblang Olehsari Banyuwangi yang berlangsung 15-21 April 2024. (Diskominfo Kabupaten Banyuwangi)
Perbesar
Seorang pengunjung diajak menari bersama dalam ritual Seblang Olehsari Banyuwangi yang berlangsung 15-21 April 2024. (Diskominfo Kabupaten Banyuwangi)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi menjadi pilihan jujugan favorit wisatawan untuk mengisi libur Lebaran tahun ini. Selain beragam destinasi mulai pantai hingga gunung, berbagai atraksi ritual budaya bakal digelar mengisi momen libur lebaran.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Salah satu atraksi yang dihadirkan adalah Barong Ider Bumi yang digelar suku Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glaagah. Acara ini digelar setiap 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri, yang tahun ini jatuh pada 1 April 2025. Tradisi ini merupakan ritual bersih desa dan tolak bala yang dilakukan oleh Suku Osing sejak sejak 1800-an. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dalam tradisi ini, warga mengarak Barong keliling Desa Kemiren sambil melantunkan tembang macapat yang berisi doa. Ritual diakhiri dengan selamatan yang menyajikan Pecel Pitik, makanan khas Suku Osing.

Ritual Seblang Olehsari

Selain Barong Ider Bumi, ada juga Seblang Olehsari. Ritual ini berlangsung pada minggu pertama Syawal di Balai Adat Olehsari. Tahun ini, Seblang akan diselenggarakan pada 4-10 April 2025. Seblang merupakan tradisi kuno yang berfungsi sebagai ritual tolak bala di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. 

Penari dalam ritual ini merupakan seorang gadis yang memiliki garis keturunan penari Seblang dan dipilih secara spiritual. Dengan nuansa magis yang kental, ia akan menari dalam keadaan trance selama tujuh hari tujuh malam. 

Selain itu juga ada Boyolangu Culture Festival. Acara yang digelar antara lain Puter Kayun, yang merupakan tradisi warga Boyolangu, Kecamatan Giri, pada hari ke-7 hingga 10 bulan Syawal. Boyolangu Culture Festival akan diramaikan dengan acara Selamatan Kopat, Seni Budaya, Kebo-Keboan hingga Puter Kayun.

Tradisi Puter Kayun merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi, yakni di sekitar pantai Watudodol. Warga melakukan napak tilas dari Kelurahan Boyolangu menuju pantai Watudodol.

"Berbagai atraksi wisata ini bisa menjadi pilihan wisata dan edukasi bersama keluarga," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin, 31 Maret 2025.

Diaspora Banyuwangi

Ipuk juga mengatakan bakal mengundang diaspora (perantau) Banyuwangi ke pendopo,  untuk memperkuat silaturahmi warga Banyuwangi dari berbagai kota di Indonesia dan belahan dunia. "Kami ajak kumpul, saling lepas kangen dan berharap bisa saling berbagi dan tukar ide bagaimana memajukan Banyuwangi," kata Ipuk.

Diaspora Banyuwangi bakal digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, 3 April 2025 mulai pukul 09.00 WIB. Acara ini akan dihadiri para diaspora asal Banyuwangi yang sedang mudik lebaran ke Banyuwangi dari berbagai daerah dan bahkan luar negeri, seperti Hongkong, Taiwan, Amerika, Rusia, Jerman, Australia, dan masih banyak lainnya. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus