Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Tangerang - Bandara Soekarno-Hatta kini dilengkapi dengan Automated Tray Returned System (ATRS), sejenis mesin X-ray baru. Fasilitas anyar itu dioperasikan untuk pemeriksaan keamanan di area security check point (SCP) sebelum penumpang ke ruang tunggu boarding.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Saat ini baru dua unit sudah dioperasikan yaitu di area Terminal 3 keberangkatan domestik," ujar Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M. Holik Muardi, dalam acara Visit Airport di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 27 Februari 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mesin X-ray yang merupakan fasilitas untuk keamanan digunakan untuk pemeriksaan barang dan penumpang itu, menurut Holik, akan terus ditambah dan diterapkan di seluruh terminal bandara secara bertahap. "Untuk sekarang memang masih 2 unit, ke depannya kita akan menambahkan dan meng-upgrade seluruh fasilitas ke ATRS tersebut," kata Holik.
Saat ini, kata dia, penambahan unit dalam proses pengadaan dan akan dilakukan secara bertahap. Menurut Holik, alat ATRS ini mendukung kelancaran arus penumpang dan mengatasi penumpukan di area pemeriksaan keamanan penumpang sebelum memasuki ruang tunggu.
Cara Kerja X- ray ATRS
X-ray ATRS mampu meningkatkan kapasitas menjadi 300 persen yang semula 215 tray per jam menjadi 645 tray per jam. Menurut Holik, ATRS ini mampu memberikan jaminan keamanan kepada penumpang dengan analisis gambar 360 derajat. Selain itu, alat ini mampu mempercepat proses pemeriksaan, meningkatkan keakuratan pada saat pemeriksaan berlangsung, dan penumpang juga dapat melihat langsung barang yang dibawa melalui layar monitor.
Fasilitas ATRS ini dipasang untuk menganalisis barang bawaan penumpang dan bekerja dengan sistem otomatis karena menggunakan sistem CT scan 360 derajat. Barang yang ada di dalam baki akan terpantau di monitor secara keseluruhan dan memudahkan serta mempercepat operator menganalisis gambar. Mesin ini berbeda dengan model konvensional yang hanya menampilkan gambar dari sisi samping.
Selain itu, baki yang digunakan untuk menampung barang bawaan penumpang akan bergerak sendiri, sehingga penumpang tak perlu mengangkat baki dan hanya cukup meletakan barang di dalamnya. Baki yang sudah digunakan akan kembali ke awal secara otomatis.
Baki juga dibekali sensor untuk memastikan bahwa baki yang sudah digunakan kosong, sehingga kemungkinan barang penumpang tertinggal dalam baki sangat kecil.
"Baki tidak akan bergerak kembali jika masih ada barang yang tertinggal. Ini akan menimalisir barang tertinggal," kata petugas di area SCP. "Baki yang berisi barang bawaan penumpang akan bergerak mengikuti alur dan dipindai menggunakan X-ray dan diamati oleh petugas melalui monitor."
Selanjutnya, baki bergerak ke depan, jika baki lewat jalur kanan itu berarti barang bawaan clear tidak ada masalah, tapi jika baki ke jalur kiri berarti ada suspcet yang harus ditindaklanjuti.
ATRS akan mendeteksi dan menyimpan data barang barang yang dilarang. Teknologi ini akan menyimpan data ketika melihat item yang dianggap barang berbahaya.
"Menandai barang tersebut, sistem akan menyimpan data tersebut, jika nanti ada penumpang membawa item yang sama akan ada alarm berbunyi," kata petugas tersebut.
Pilihan Editor: Etika Mengambil Koper di Conveyor Belt Bandara