Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif memberi tanggapan atas pemasangan spanduk provokatif di Jalan Al Habsyi Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Ada pihak ketiga yang mau mengganggu keamanan," kata Syarif, Rabu, 5 November 2018.
Baca juga: Bawaslu Sebut Spanduk #JKWBersamaPKI Masuk Kategori Pidana Pemilu
Syarif tidak menyebutkan dengan jelas siapa yang dimaksud dengan pihak ketiga. Dia hanya mengatakan, pemasang spanduk sengaja ingin mengadu domba kubu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Untuk itu, ia meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menangkap orang yang pemasang spanduk tersebut.
Spanduk provokatif itu telah dicopot oleh Banwaslu Selasa lalu. Ada pun isi spanduk itu adalah #PKIBerkedokPancasila #JKWBersamaPKI #JKWHoaxNasional #JKWGunderuwoNasional #JKWSontoloyoNasional 2019 Tenggelamkan PKI. Sedangkan pada bagian bawah spanduk terdapat tulisan Prabowo - Sandi for Presiden Indonesia Kuat. Selain itu, pada sisi kiri spanduk terpampang foto Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Syarif menegaskan, kader Gerindra beserta tim kampanye pemilu tidak mungkin memasang spanduk semacam itu. "Orang gila yang mau buat provokasi tapi memunculkan wajahnya," katanya. "Kalau mau begitu tidak perlu pakai wajah Pak Prabowo."
Baca : Ada Spanduk #JKWBersamaPKI di Tanah Abang, Polisi Turun Tangan
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Menurut Syarif, pemasangan spanduk tersebut justru merugikan pasangan Prabowo-Sandiaga. "Kami yakin ada orang ketiga yang mau memanfaatkan situasi saat ini untuk merusak keamanan," ujarnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini