Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Gerindra Sebut Spanduk #JKWBersamaPKI Justru Rugikan Prabowo

Pengurus Gerindra DKI Jakarta menyebut pemasang spanduk provokatif ingin mengadu domba kubu Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

5 Desember 2018 | 12.37 WIB

Pagar rumah yang sebelumnya digunakan untuk memasang spanduk propaganda di Jalan Al Habsyi RT6 RW7 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. TEMPO/Imam Hamdi
Perbesar
Pagar rumah yang sebelumnya digunakan untuk memasang spanduk propaganda di Jalan Al Habsyi RT6 RW7 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. TEMPO/Imam Hamdi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif memberi tanggapan atas pemasangan spanduk provokatif di Jalan Al Habsyi Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. "Ada pihak ketiga yang mau mengganggu keamanan," kata Syarif, Rabu, 5 November 2018.

Baca juga: Bawaslu Sebut Spanduk #JKWBersamaPKI Masuk Kategori Pidana Pemilu

Syarif tidak menyebutkan dengan jelas siapa yang dimaksud dengan pihak ketiga. Dia hanya mengatakan, pemasang spanduk sengaja ingin mengadu domba kubu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Untuk itu, ia meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menangkap orang yang pemasang spanduk tersebut.

Spanduk provokatif itu telah dicopot oleh Banwaslu Selasa lalu. Ada pun isi spanduk itu adalah #PKIBerkedokPancasila #JKWBersamaPKI #JKWHoaxNasional #JKWGunderuwoNasional #JKWSontoloyoNasional 2019 Tenggelamkan PKI. Sedangkan pada bagian bawah spanduk terdapat tulisan Prabowo - Sandi for Presiden Indonesia Kuat. Selain itu, pada sisi kiri spanduk terpampang foto Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Syarif menegaskan, kader Gerindra beserta tim kampanye pemilu tidak mungkin memasang spanduk semacam itu. "Orang gila yang mau buat provokasi tapi memunculkan wajahnya," katanya. "Kalau mau begitu tidak perlu pakai wajah Pak Prabowo."

Baca : Ada Spanduk #JKWBersamaPKI di Tanah Abang, Polisi Turun Tangan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Menurut Syarif, pemasangan spanduk tersebut justru merugikan pasangan Prabowo-Sandiaga. "Kami yakin ada orang ketiga yang mau memanfaatkan situasi saat ini untuk merusak keamanan," ujarnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
Imam Hamdi

Bergabung dengan Tempo sejak 2017, setelah dua tahun sebelumnya menjadi kontributor Tempo di Depok, Jawa Barat. Lulusan UPN Veteran Jakarta ini lama ditugaskan di Balai Kota DKI Jakarta dan mendalami isu-isu human interest.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus