Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kriminal

Polda Metro Jaya Tangkap 66 Tersangka Judi Online Periode Mei-Juli 2024

Lebih dari 10 situs judi online telah dihentikan dan akan diajukan pemblokiran ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

1 Agustus 2024 | 00.17 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra dalam Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Judi Online di Aplikasi Games Royal Domino. Konferensi pers dilakukan pada Kamis, 6 Juni 2024 di Polda Metro Jaya. Tempo/Yohanes Maharso.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap 66 orang tersangka kasus judi online sejak Mei sampai Juli 2024. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Wira Satya Triputra mengatakan, puluhan tersangka itu merupakan pembuat dan pemilik situs judi online.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Bentuk permainan yang ditawarkan di situs slot, live casino, domino, bakarat, tembak ikan, blackjack, poker, roulette, judi olahraga, maupun ragam perjudian lainnya," kata Wira saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Juli 2024.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia menjelaskan, pemain judi online mesti memiliki akun dan melakukan deposit dengan cara transfer ke rekening atau dompet digital. Selain itu, pemain juga bisa menggunakan pulsa sesuai yang disediakan oleh penyelenggara situs judi online.

Polisi telah menyita barang bukti berupa ponsel, layar monitor, laptop, modem, buku tabungan, kartu ATM, e-banking, dan uang tunai. Selain itu juga lebih dari 10 situs judi online telah dihentikan dan akan diajukan pemblokiran ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Dengan maksud agar situs tersebut tidak dapat digunakan kembali," ucap Wira Satya.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang.

Kepala Unit II Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Bara Libra Sagita mengatakan, penyidik tengah menelusuri aset dari hasil judi online. Penyidik juga berkoordinasi dengan pihak bank dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Karena itu membutuhkan waktu untuk penelusuran aset," tuturnya.

Pilihan Editor: Kasus Pemilik Daycare di Depok Diduga Aniaya Balita, Polisi Periksa 3 Saksi dan CCTV

M. Faiz Zaki

M. Faiz Zaki

Menjadi wartawan di Tempo sejak 2022. Lulus dari Program Studi Antropologi Universitas Airlangga Surabaya. Biasa meliput isu hukum dan kriminal.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
>
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus