Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Islam Palestina Hamas secara mendadak melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu, 7 Oktober 2023, dengan skala dan cakupan terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pertempuran terburuk dalam beberapa dekade ini telah menewaskan lebih dari 600 warga Israel dan melukai lebih dari 1.000 orang, meninggalkan banyak mayat warga sipil berserakan di jalan.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Amukan pejuang Hamas di kota-kota Israel pada hari Sabtu disebut sebagai serangan paling mematikan. Hamas meluncurkan ribuan roket dan pasukan darat, udara dan laut, menyerang dan menyusup ke kota-kota Israel dan komunitas kibbutz yang mengakibatkan ratusan kematian.
Persenjataan yang digunakan Hamas pun tak luput dari sorotan. Pejabat senior Hizbullah Hashem Safieddine mengatakan “senjata dan roket” kelompoknya ada pada milisi Palestina Hamas yang melakukan serangan mendadak terhadap Israel pada Sabtu yang menewaskan sedikitnya 600 warga Israel.
Selain itu, Hamas diketahui telah memproduksi sebagian besar senjatanya sendiri serta mengembangkannya. Berikut adalah sejumlah daftar senjata milik Hamas.
Daftar Senjata Milik Hamas
1. Roket dan Artileri
Sejak tahun 2001, senjata paling penting yang dimiliki oleh organisasi Palestina di Gaza, terutama Hamas, adalah senjata roket.
Mayoritas serangan Hamas terhadap Israel datang dalam bentuk roket terarah dan tembakan artileri. Menurut beberapa laporan, roket-roket yang ditembakkan oleh Hamas dibuat oleh industri manufaktur lokal.
Roket menjadi senjata unggulan Hamas karena senjata tersebut mudah digunakan dan dapat menyebabkan kerusakan pada pihak lawan dari jarak yang jauh dengan risiko minimum bagi operatornya.
Roket-roket diluncurkan dari rel sederhana dan dapat diluncurkan setelah pemasangan dan pengaturan dari jarak yang jauh, sehingga lebih mengurangi risiko bagi operatornya.
2. Drone
Roket bukanlah senjata presisi dan digunakan oleh Hamas sebagai senjata militer. Mereka memiliki jalur penerbangan yang dapat diprediksi dan tidak dapat bermanuver – naik dan turun serta booming di tempat jatuhnya. Untuk mengatasi hal itu, Hamas menggunakan drone untuk memecahkan gangguan tersebut.
Drone umumnya dikenal karena kegunaannya sebagai pesawat mata-mata untuk intelijen, manajemen medan perang, dan penyampaian sinyal. Namun, drone juga memiliki kemampuan ofensif.
Senjata semacam itu akan memungkinkan Hamas untuk secara akurat menyerang pangkalan militer, fasilitas pertahanan, pembangkit listrik, sasaran angkatan laut, konsentrasi kekuatan, dan sasaran penting lainnya.
Selain itu, drone dapat terbang rendah untuk menghindari radar, menerbangkan rute yang rumit menuju suatu sasaran, dan dapat digunakan secara segerombolan dengan kendaraan udara tak berawak (UAV) lainnya dan rudal jelajah untuk membanjiri pertahanan guna mencapai sasaran strategis.
3. Mortar
Mortar adalah senjata artileri yang ringan dan mudah digunakan selama perang. Diketahui bahwa Hamas memiliki mortar 120 mm yang dilengkapi dengan bom standar yang tampaknya diproduksi di Iran (salinan dari model Israel dari tahun 1970-an). Beberapa bom dilengkapi dengan mesin tambahan yang menambahkan jarak tembak sekitar 10 km.
Berdasarkan video yang beredar di internet menunjukkan Hamas mengoperasikan mortar yang lebih kecil, kemungkinan dengan diameter 81 atau 82 mm. Jangkauan mortar-morar ini umumnya tidak melebihi 5 km, sehingga kemampuan mereka untuk mengenai kota-kota Israel terbatas.
4. Senjata Antitank
Pada perang Lebanon Kedua, di mana Hizbollah menggunakan jumlah besar rudal antitank, terutama rudal Konkurs dan Kornet buatan Rusia, banyak kekhawatiran bahwa Hamas juga mungkin menggunakan rudal-rudal secara luas melawan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Sejauh ini, Hamas menggunakan "rudal" antitank buatan sendiri.
"Rudal" yang mereka miliki adalah salinan Palestina dari rudal antitank yang tidak dipandu seperti RPG-7 lama, yang merupakan senjata infanteri standar yang digunakan oleh sebagian besar tentara yang menggunakan senjata Soviet.
RIZKI DEWI AYU
Pilihan Editor: Hari-hari Terakhir Che Guevara, Tewas Ditembak Sersan Alkoholik Pendendam 56 Tahun Lalu