Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Entitas perdagangan Rusia dan Cina paling banyak masuk daftar hitam Biro Industri dan Keamanan atau BIS di bawah Kementerian Perdagangan Amerika Serikat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di dalam dokumen BIS setelah 281 halaman, sebanyak 141 entitas produk Cina masuk dalam daftar hitam perdagangan AS.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Namun jumlah produk Rusia yang masuk daftar hitam perdagangan AS jauh lebih banyak, yakni 317 entitas.
Mengutip Asia One, 30 Mei 2019, daftar ini dapat ditinjau atau direvisi oleh BIS, seperti bulan lalu Huawei yang berkantor di Shenzhen masuk daftar hitam perdagangan AS, dan 68 entri dari non afiliasi AS pada 16 Mei lalu.
Entitas produk Cina yang masuk daftar hitam perdagangan AS kebanyakan berupa elektronik, penerbanan, semikonduktor, rekayasa, dan komponen hi-tech.
Selain itu, organisasi asal Cina yang masuk dalam daftar hitam BIS AS adalah Beijing Automation Control Equipment Institute, Beijing Aeronautical Manufacturing Technology Research Institute, Beijing Power Machinery Institute, China Aerodynamics Research and Development Centre, dan China Electronic Technology Group Corp.
Konsekwensi dari masuknya produk Cina dan Rusia di daftar BIS, adalah lembaga atau individu yang produknya masuk daftar hitam harus mengajukan aplikasi lisensi dari BIS sebelum melakukan ekspor, re-ekspor atau transfer item yang akan didagangkan.
Distributor komponen hi-tech yang juga masuk dalam daftar hitam AS antara lain Tenco Technology Vo, Avin Electronics Techonology, dan Multi-Mart Electronics Techonology.
Aplikasi untuk lisensi akan tunduk pada kebijakan peninjauan "diduga ditolak". Itu artinya dalam banyak kasus terjadi penolakan.
Institusi pendidikan Cina yang masuk dalam daftar hitam AS antara lain Beijing University of Aeronautics and Astronautics, Sun Yat-sen University, the National University of Defence Technology, Northwestern Polytechnical University, Sichuan University, dan the University of Electronic Science and Technology.
Sejumlah perusahaan provider sistem pemantauan Cina juga masuk dalam daftar hitam pemerintah AS, seperti Dahua Technology, Hikvision Digital Technology, Megvii, Meiya Pico dan iFlytek.