Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Helikopter Jatuh Saat Padamkan Api di Kebakaran Hutan Korsel, Satu Pilot Tewas

Seorang pilot tewas saat helikopter jatuh ketika sedang memadamkan api kebakaran hutan di Korea Selatan.

27 Maret 2025 | 13.26 WIB

Asap mengepul dari kebakaran hutan yang melanda wilayah Andong, Korea Selatan, 25 Maret 2025. Yonhap via REUTERS
Perbesar
Asap mengepul dari kebakaran hutan yang melanda wilayah Andong, Korea Selatan, 25 Maret 2025. Yonhap via REUTERS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pilot helikopter tewas saat memadamkan api dalam kebakaran hutan di Korea Selatan. Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan juga melonjak menjadi 24 orang pada Rabu, 26 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Helikopter jatuh pada Rabu. Menurut seorang saksi mata, helikopter Dinas Kehutanan mulai mengeluarkan suara aneh sebelum jatuh ke tanah. "Pesawat itu benar-benar meledak dan saya bahkan tidak tahu bagian mana yang merupakan baling-baling," kata Kim Jin-han, 63 tahun, kepada Reuters.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan puing-puing yang tampak berasap berserakan di lereng bukit. Penyebab kecelakaan sedang diselidiki, kata pihak berwenang.

Badan cuaca telah meramalkan hujan di seluruh Korea Selatan pada hari Kamis. Namun hanya sekitar 5 hingga 10 mm yang diperkirakan terjadi di daerah yang dilanda kebakaran.

Lebih dari 10.000 petugas pemadam kebakaran dikerahkan di empat wilayah terpisah pada Rabu, termasuk ratusan petugas polisi dan unit militer. Kementerian Keselamatan mengatakan ada 87 helikopter yang dilibatkan untuk memadamkan api.

Kim Jong-gun, juru bicara Dinas Kehutanan, mengatakan pihaknya berencana menggunakan lebih banyak helikopter pemadam kebakaran hutan. Pemerintah Korea Selatan dikritik karena kurangnya peralatan dan helikopter.

Kebakaran terjadi pada Sabtu dan mengancam beberapa situs Warisan Dunia UNESCO seperti Desa Hahoe dan Akademi Konfusianisme Byeongsan di kota Andong pada hari Rabu, kata seorang pejabat kota. Pihak berwenang menyemprotkan bahan penghambat api untuk mencoba melindunginya.

Api telah membakar Kuil Goun yang dibangun pada tahun 681. Pemerintah telah menetapkan daerah yang terkena dampak sebagai zona bencana khusus, dan mengatakan kebakaran telah merusak lebih dari 15.000 hektar lahan. 

Kebakaran hutan yang mematikan itu telah menyebar dengan cepat dan memaksa lebih dari 27.000 orang meninggalkan rumah. Dilansir dari Reuters, kebakaran hutan dipicu oleh angin kencang dan cuaca kering, telah membakar seluruh lingkungan, menutup sekolah, dan memaksa pihak berwenang memindahkan ratusan narapidana dari penjara.

"Kami mengerahkan semua personel dan peralatan yang tersedia untuk menanggapi kebakaran hutan terburuk yang pernah ada, tetapi situasinya tidak baik," kata Penjabat Presiden Han Duck-soo.

Korea Selatan bergantung pada helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan karena wilayah yang bergunung-gunung. Insiden tersebut menyebabkan armada helikopter sempat dihentikan sementara.

Kebakaran Uiseong, hanya bisa dikendalikan 68 persen. Kondisi makin parah akibat angin kencang, menurut Lee Byung-doo, pakar bencana hutan di Institut Nasional Ilmu Kehutanan.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus