Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan Irak, Jumat, 26 Januari 2018, menemukan kuburan massal baru korban eksekusi milisi Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS di Kirkuk barat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Mengutip keterangan sumber keamanan, kantor berita nasional Irak, NINA, menyatakan Pasukan Mobilisasi Populer menemukan kuburan massal tersebut di kawasan Al-Riyad setelah berhasil memukul mundur ISIS pada September 2017.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pasukan Kurdish Peshmerga melihat dua jenazah anggota ISIS yang ditembak mati di Kirkuk, Irak, 9 Oktober 2017. Pasukan Kurdish Peshmerga menembak mati dua anggota ISIS dan menangkap dua lainnya yang menyamar sebagai warga sipil di sebelah barat Kirkuk. REUTERS/Ako Rasheed
"Kami menemukan jenazah warga Kirkuk selatan dan barat akibat kekejaman kaum militan itu selama pendudukan Hawija, bekas benteng pertahanan ISIS di Provinsi Kirkuk tenggara," kata sumber, seperti dikutip Abna24, Sabtu, 27 Januari 2018.
Militer Irak mengambil alih daerah yang dikuasi milisi ISIS sejak 2014 sekaligus untuk kuburan massal warga sipil dan pasukan keamanan.Sejumlah pasukan Kurdi bersiap-siap menyerang militan Negara Islam (ISIS) saat melakukan patroli di kota Kirkuk, Irak, 1 Oktober 2015. Pasukan Kurdi melakukan penyirsiran di kota Kirkuk, untuk melakukan pengecekan akan adanya Negara Islam. AP
"Semua korban kekejaman ISIS, baik warga sipil maupun orang-orang yang dituding berkolaborasi dengan pemerintah, dikubur di sini," ujar sumber yang tak bersedia disebutkan namanya itu.
Angkatan bersenjata Irak menguasai Hawija, Kirkuk, pada September 2017 setelah melakukan gempuran udara dan darat dengan bantuan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Perang Irak melawan ISIS menyebabkan jutaan warga sipil mengungsi, baik di wilayah dalam negeri maupun ke luar negeri. Konflik ini juga mengakibatkan ribuan orang tewas.