Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Internasional

Oracle dan Microsoft Berebut Akuisisi Operasional TikTok di AS

Penantang baru muncul dalam upaya akuisisi operasional TikTok di Amerika, menyusul Microsoft yang sudah leih dulu tertarik, yaitu Oracle

19 Agustus 2020 | 08.00 WIB

Aplikasi berbagi pesan WeChat dan aplikasi video pendek TikTok terlihat di dekat bendera Cina dan AS dalam gambar ilustrasi yang diambil 7 Agustus 2020.[REUTERS / Florence Lo / Illustration]
Perbesar
Aplikasi berbagi pesan WeChat dan aplikasi video pendek TikTok terlihat di dekat bendera Cina dan AS dalam gambar ilustrasi yang diambil 7 Agustus 2020.[REUTERS / Florence Lo / Illustration]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Penantang baru muncul dalam upaya akuisisi operasional TikTok di Amerika. Penantang baru tersebut adalah Oracle, menyusul Microsoft yang lebih dulu menyatakan tertarik meminang TikTok.

"Oracle Corp sudah bergabung dalam daftar investor yang mencoba mengambil alih operasional TikTok di Amerika, Australia, dan Selandia Baru," sebagaimana dikutip dari laporan Reuters, Selasa, 18 Agustus 2020.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump ingin memblokir TikTok dari Amerika. Sebab, menurut Donald Trump, perusahaan berbagi video yang sekarang masih dimiliki ByteDance tersebut membagikan data pribadi penggunanya ke Partai Komunis Cina.

Apabila TikTok tidak ingin diblokir dari Amerika, Donald Trump mengharuskannya mendivestasikan operasional di Amerika ke perusahaan lokal. Adapun waktu yang diberikan Donald Trump untuk menemukan pemilik baru adalah hingga 15 September nanti.

Sejauh ini, sudah ada beberapa perusahaan tertarik. Salah satu yang santer dikabarkan adalah Microsoft. CEO Microsoft Satya Nadella bahkan sudah berkomunikasi dengan Donald Trump soal rencana akuisisi tersebut. Twitter sempat tertarik, namun faktor aturan persaingan usaha menghalanginya. Sekarang, muncul penantang baru yaitu Oracle.

Jika Oracle mendapatkan TikTok, maka hal tersebut menjadi bisnis baru untuknya. Sebab, selama ini, bisnis Oracle lebih menyasar korporat dalam bentuk layanan cloud computing dan lisensi perangkat lunak. Media sosial tidak ada dalam portofolionya, berbedanya dengan Microsoft yang memiliki LinkedIn.

Bos dari Oracle sendiri bekerjasama dengan beberapa investor TikTok saat ini seperti General Atlantic dan Sequoia Capital. Hingga berita ini ditulis, ByteDance, TikTok, Oracle, Sequoia, maupun General Atlantic belum mau berkomentar.

Ketika kabar ini beredar di pasar saham, nilai Oracle naik 3,4 persen, menjadikan kapitalisasi pasarnya di angka US$171 miliar.

ISTMAN MP | REUTERS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus