Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin mengakui bahwa serangan mematikan pekan lalu di sebuah konser di luar Moskow dilakukan oleh militan Islam. Namun Putin berkeras bahwa penembakan massal itu dilakukan demi keuntungan dan kemungkinan adanya peran Ukraina.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Pernyataan Putin, pada pertemuan Kremlin yang membahas langkah-langkah yang diambil sebagai respons terhadap serangan itu. Sebelum pernyataan Putin, Prancis dan Amerika Serikat sama-sama mengatakan bahwa ISIS bertanggung jawab terhadap penembakan massal di Moskow.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
“Kami tahu bahwa kejahatan ini dilakukan oleh kelompok Islam radikal dengan ideologi yang telah diperjuangkan dunia Muslim selama berabad-abad,” kata Putin dalam pernyataan yang diposting di aplikasi pesan Telegram.
Dia tidak secara langsung menyebut ISIS. Namun dia mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa para penyerang berusaha melarikan diri ke Ukraina. Dia mengatakan ada banyak pertanyaan seputar hal ini.
“Pertanyaan yang muncul adalah siapa yang diuntungkan dari hal ini?” kata Putin. “Kekejaman ini mungkin hanya sebuah rangkaian dari serangkaian upaya yang dilakukan oleh mereka yang berperang dengan negara kita sejak tahun 2014 oleh rezim neo-Nazi Kyiv.”
“Kami tahu siapa yang melakukan kejahatan terhadap Rusia dan rakyatnya. Namun yang menjadi kepentingan kami adalah siapa yang memerintahkannya.” Putin mengatakan tujuan serangan itu adalah untuk menaburkan kepanikan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencemooh komentar Putin dalam pidato video malamnya. Dia mengatakan bahwa bagi Putin semua orang adalah teroris, kecuali dirinya sendiri, meskipun ia telah melakukan teror selama dua dekade.
Ukraina telah membantah terlibat dalam penembakan pada hari Jumat itu. Zelensky menuduh Putin berusaha mengalihkan kesalahan.
Washington mengatakan mereka percaya pada klaim ISIS. Para pejabat AS mengatakan mereka telah memperingatkan Rusia bulan ini kepada intelijen tentang serangan yang akan terjadi. Data intelijen menunjukkan bahwa teroris yang terlibat adalah jaringan Afghanistan, ISIS Khorasan (ISIS-K).
Dalam serangan paling mematikan di Moskow itu, empat pria menyerbu Balai Kota Crocus pada Jumat malam. Mereka menembakkan peluru saat berlangsungnya konser grup rock era Soviet, Picnic. Alexander Bastrykin, kepala Komite Investigasi Rusia, mengatakan pada pertemuan Kremlin bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 139 orang, dan 182 orang terluka.
Empat pria asal Tajik ditahan atas tuduhan terorisme di pengadilan distrik Basmanny Moskow karena dicurigai melakukan serangan tersebut. Tiga orang lainnya, juga asal Tajik, ditahan karena dicurigai terlibat.
ISIS mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut. ISIS merilis video yang diklaim sebagai rekaman pembantaian tersebut.
REUTERS
Pilihan editor: RI Sambut Resolusi Dewan Keamanan PBB soal Gencatan Senjata di Gaza