Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Washington – Pejabat otoritas kesehatan Amerika Serikat meminta warga yang rentan terinfeksi virus Corona agar tidak menghadiri acara pertemuan seiring menyebarnya virus ini di sana.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala Unit Penyakit Menular dari Institut Kesehatan Nasional, Anthony Fauci, mengatakan petugas akan menambah pengetesan medis menjadi 400 ribu kali pada Senin pekan ini dan 4 juta kali pada akhir pekan ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Virus ini telah menyebar di 30 negara bagian di AS dengan negara bagian Oregon sebagai yang terakhir menyatakan status darurat.
“Saya tidak membayarkan bakal ada penerapan cara drakonian ala Cina di Amerika Serikat,” kata Fauci seperti dilansir Reuters pada Ahad, 8 Maret 2020.
Dalam wawancara di CBS dan dikutip Reuters, Fauci melanjutkan,”Namun, ide untuk membuat jarak individu secara sosial, merupakan hal yang serius dipertimbangkan.”
Fauci meminta orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan kurang baik dan berusia lanjut,”Agar berpikir dua kali jika ingin naik pesawat, melakukan perjalanan jauh. Dan jangan pergi naik kapal pesiar.”
Saat ini, ada sekitar 60 juta orang di California dan New York yang berada dalam proses penanganan krisis.
Angka kematian akibat infeksi virus Corona di AS meningkat menjadi 21 orang atau bertambah 2 orang. Jumlah orang yang terinfeksi virus ini bertambah menjadi 500 lebih.
Ahli bedah umum AS, Jerome Adams, mengatakan kasus infeksi virus Corona bakal bertambah. Umur rata-rata pasien yang meninggal akibat infeksi virus Corona adalah 80 tahun. Dan umum rata-rata pasien adalah 60 tahun.
“Sayangnya Anda akan lihat angka kematian bertambah. Tapi itu tidak berarti kita harus panik,” kata dia. Menurut dia, masyarakat harus bersiap sehingga bisa mencegah kematian lebih banyak akibat infeksi virus Corona.