Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO. CO, Jakarta - Sebagian besar warga Ukraina yang telah meninggalkan negara itu dalam tiga tahun terakhir memilih tidak mau pulang kampung meski perang dengan Rusia sudah berakhir. Menteri Persatuan Nasional Ukraina Aleksey Chernyshov pada Selasa, 25 Februari 2025, mengatakan ada jutaan warga Ukraina meninggalkan negara itu sejak konflik dengan Rusia meletup pada 2022.
Diperkirakan ada lebih dari 5 juta orang Ukraina tinggal di luar negeri. Pemerintah ingin mereka pulang dan membangun demografi negara dan lebih banyak SDM dari Ukraina untuk membangun negara itu pasca-perang.
Chernyshov mengatakan ketika situasi keamanan di Ukraina stabil, maka sekitar 30 persen warga Ukraina bisa kembali ke negara itu karena mereka dengan serius mempertimbangkan untuk pulang.
"Kami juga memahami bahwa ada sebagian besar warga Ukraina yang tak mau pulang. Mereka telah memutuskan untuk tinggal ditempat mereka tinggal saat ini. Ini bukan sebuah bencana, tapi ini memang harus diketahui," kata Chernyshov, dikutip RT.com
Dia mengatakan Kyev sedang mengambangkan kebijakan untuk mendorong warga Ukraina pulang. Statistik memperlihatkan Ukraina kehilangan sekitar 300 ribu orang per tahun untuk alasan yang tidak terkait perang.
PBB pada September 2024 mengungkap lebih dari 11.700 warga sipil tewas sejak dimulainya perang Ukraina pada Februari 2022. PBB pun mendesak agar seluruh pihak terkait memanfaatkan semua peluang untuk mengakhiri konflik.
Sebanyak 10 juta orang terpaksa mengungsi dari Ukraina setelah serangan skala besar telah terjadi di seluruh negeri sejak 26 Agustus 2022. Warga sipil dan infrastruktur sipil di Ukraina dan Rusia telah menjadi sasaran serangan
Pilihan Editor: WNI di New York Ungkap Kebijakan Imigrasi Era Trump Diperketat
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini