Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
BAJINGAN adalah kata makian, setidaknya menurut kamus bahasa Indonesia. Kata itu merujuk pada penjahat dan pencopet. Rupanya, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengabaikan kamus bahasa Jawa Bausastra Jawa (1939) karya Poerwadarminta. Kamus Poerwadarminta memasukkan juga makna bajingan sebagai sebutan lokal di daerah (tak disebutkan daerahnya) untuk sais gerobak sapi. KBBI juga mengabaikan dua hasil penelitian pada 2018. Penelitian itu memakai rujukan yang menyatakan bahwa di zaman Mataram pada abad ke-17, sais gerobak sapi, angkutan utama untuk barang-barang berat, disebut bajingan. Salah satu penelitian dilakukan di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, karena sampai saat itu masih ada perkumpulan bajingan di sana.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Bajingan dan Bajinguk"