Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Washington - Sejumlah dokter di Amerika Serikat, terpaksa membuat masker sendiri dari lembaran plastik. Sama seperti yang terjadi di negara lain, termasuk Indonesia, alat pelindung diri bagi petugas medis di AS, terutama negara bagian Washington yang menjadi salah satu pusat penyebaran virus corona COVID-19, mulai langka.
Demi mengatasi kelangkaan itu, sejumlah staf rumah sakit bertemu di sebuah ruang konferensi di wilayah selatan Seattle. Di sana mereka membuat masker bagi para dokter, perawat, dan tenaga medis lain, yang berada di garis depan penanganan wabah corona.
"Beberapa hari ke depan, kami akan kehabisan perlengkapan yang dibutuhkan," kata salah satu petinggi Providence St. Joseph Health, Melissa Tizon, seperti dikutip dari Reuters pada Kamis waktu setempat, 19 Maret 2020.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Providence St. Joseph Health merupakan lembaga yang membawahi 51 rumah sakit di lima negara bagian AS. "Kami berharap lebih banyak barang dapat dikirim, tetapi sampai saat itu terjadi, kami harus mencari jalan ke luar," ujar Melissa menambahkan.
Tidak hanya masker, pekerja medis di AS juga kesulitan mendapatkan baju pelindung/jas operasi dan alat pelindung mata. Kelangkaan itu mulai dialami saat jumlah kasus COVID-19 di AS melampaui 13 ribu dalam beberapa hari terakhir, dan yang meninggal 199 orang per Kamis. Dari angka itu Washington menyumbang 1.300 kasus dengan pasien meninggal 74 orang.
Presiden AS, Donald Trump, dalam sesi jumpa pers di Gedung Putih, Kamis, mengatakan "jutaan masker" masih diproduksi. Namun, dia tidak memberi keterangan tambahan. "Namun, ini semua bergantung pada pemerintah daerah, gubernur, dan masyarakat, bagaimana membaginya," kata Trump.
Banyak rumah sakit di negara-negara bagian AS mengumumkan status darurat. Mereka meminta perusahaan swasta menyumbang masker serta perlengkapan lain yang dapat digunakan tim medis sebagai alat pelindung diri.
Asosiasi Kesehatan dan Rumah Sakit di Illinois menjawabnya dengan membuat komitmen membantu 200 rumah sakit di negara bagian itu. Mereka juga meminta donasi masker dari perusahaan konstruksi, dokter gigi, dokter hewan, dan kelompok lain yang kemungkinan memiliki masker khusus N95.
"Rumah sakit di seluruh wilayah negara bagian dalam bahaya karena persediaan perlengkapan pelindung diri untuk tenaga medis mulai langka," kata presiden asosiasi, A.J. Wilhelmi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini