Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Erupsi Gunung Marapi: Catatan Aktivitas Vulkanis Sejak Januari 2025

Untuk kesekian kalinya sejak ditetapkan berstatus waspada akhir tahun lalu, Gunung Marapi, Sumatera Barat kembali erupsi pada Kamis, 3 April 2025.

4 April 2025 | 19.11 WIB

Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Kamis, 3 April 2025, pukul 07.12 WIB. Tempo/Fachri Hamzah.
Perbesar
Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Kamis, 3 April 2025, pukul 07.12 WIB. Tempo/Fachri Hamzah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi, 3 April 2025, untuk ke sekian kalinya semenjak ditetapkan berstatus waspada akhir tahun lalu. Bahkan, letusan teranyar itu merupakan kali kelima di awal bulan dan mencatatkan rekor dengan kolom abu letusan paling tinggi sejak Januari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Kolom abu setinggi 1.500 meter teramati membubung dari puncak, mencapai ketinggian sekitar 4.391 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu pekat dengan arah sebaran mengarah ke timur,” ujar Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifai.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut Ahmad, letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan berlangsung selama sekitar 1 menit 9 detik. Saat ini Gunung Marapi berada dalam status Level II atau Waspada. Ahmad mengimbau masyarakat, pendaki, dan wisatawan untuk tidak mendekati area dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas gunung.

Tahun lalu, berdasarkan data PGA Bukittinggi, Gunung Marapi tercatat telah mengalami 380 kali letusan dan 5.237 embusan sejak erupsi utama Desember 2023 hingga November 2024. Sementara hingga Desember 2024, data yang disampaikan PVMBG mencatat sudah terjadi 382 letusan dan 5264 embusan. Menjadi aktivitas vulkanis terlama sepanjang sejarah.

Pada 2025 ini, meski statusnya menurun dari siaga menjadi waspada, erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat masih intens terjadi. Di awali pada 4 Januari dan teranyar pada 3 April lalu, puluhan erupsi telah terjadi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Tempo merangkum sederet aktivitas vulkanis Gunung Merapi sejak awal tahun:

Sabtu, 4 Januari 2025:

Dilansir dari Antara, letusan Gunung Marapi pada 2025 terjadi pertama kali pada Sabtu pagi, 4 Januari. Muntahan kolom abunya tercatat setinggi 1.000 meter. Salah satu petugas pos pemantau gunung api tersebut, Trian Ahmadi, mencatat letusan terjadi pada pukul 09.43 WIB.

“Kolom abu cenderung teramati berwarna kelabu, berintensitas tebal dan condong ke arah utara dan timur laut,” katanya dalam keterangan resmi, pasca-kejadian.

Menurut Trian, erupsi gunung yang berada di antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter. Durasi erupsinya sementara ini tercatat selama 1 menit 40 detik. “Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” katanya pada pukul 09.51 WIB, Sabtu pagi.

Sepanjang Januari 2025:

Sementara itu, berdasarkan catatan PGA Gunung Marapi, tercatat total ada 14 kali letusan selama Januari 2025 dengan tinggi kolom abu vulkanik yang bervariasi. Sejak 4 hingga 18 Januari memang tidak terjadi letusan. Namun, erupsi berturut terjadi pada 19 hingga 26 Januari. Bahkan, pada 22 dan 26 Januari gunung api tersebut mengalami dua kali letusan dalam satu hari.

Rabu, 19 Februari 2025:

Berdasarkan catatan Tempo, Gunung Marapi kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 700 meter pada pukul 07.10 WIB, menurut laporan petugas PGA Gunung Marapi, Teguh. Dalam laporan tersebut, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dengan durasi sekitar 36 detik.

Dilansir dari Antara, Seiring dengan letusan gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu juga menyemburkan hujan abu vulkanik, salah satunya di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Adi, salah seorang warga di Kabupaten Tanah Datar mengatakan hujan abu vulkanik terjadi setelah letusan Gunung Marapi atau sekitar pukul 7.45 WIB.

Sebelumnya, pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.45 WIB Gunung Marapi juga meletus dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 13.9 milimeter dan durasi sekitar 26 detik.

Sabtu, 1 Maret 2025:

Letusan pertama pada Maret terjadi pada tanggal 1 pukul 14.30 WIB dengan amplitudo 30,3 milimeter dan berdurasi 37 detik, namun kolom tinggi abu tidak teramati. Letusan kedua terjadi pada 5 Maret dengan amplitudo 30,4 milimeter serta berdurasi 38 detik.

Jumat, 7 Maret 2025:

Merujuk data PGA, petugas merekam erupsi Gunung Marapi kembali terjadi pada pukul 02.45 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak. Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.7 milimeter dengan durasi 2 menit 4 detik.

Sabtu, 8 Maret 2025:

Sehari setelahnya, pukul 10.41 WIB, gunung api tersebut kembali meletus dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter serta berdurasi sekitar 55 detik. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan letusan tersebut terekam di peralatan seismograf dengan durasi 55 detik dan amplutido 30,4 milimeter.

“Kolom abu atau asap erupsi tidak teramati dari Pos Pengamatan, namun masyarakat dapat mengamatinya dari arah Kubang Putiah,” kata dia dikutip dari keterangannya, Sabtu, 8 Maret 2025.

Kamis, 13 Maret 2025:

Menjelang pertengahan Maret, Gunung Marapi juga kembali meletus pada Kamis pagi pukul 07.55 WIB dengan durasi sekitar 37 detik. Berdasarkan laporan petugas PGA Gunung Marapi, letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 milimeter serta berdurasi sekitar 37 detik.

“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, namun tinggi kolom abu tidak teramati,” kata petugas Teguh di Padang, Kamis.

Ahad, 16 Maret 2025:

PGA setempat kembali mencatat Gunung Marapi meletus pada 16 Maret pukul 07.00 WIB dengan amplitudo 30,4 dengan durasi 45 detik.

Senin, 17 Maret 2025:

Gunung Marapi erupsi pada pukul 11.20 WIB melontarkan abu vulkanik setinggi 600 meter di atas puncak gunung tersebut. Berdasarkan catatan PGA Gunung Marapi, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 32 milimeter, serta berdurasi 34 detik.

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 11.20 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak,” kata Teguh di Padang, Senin.

Awal April 2025:

PGA Gunung Marapi melaporkan letusan beruntun selama tiga hari berturut-turut ,1-3 April dengan tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1.500 meter di atas puncak. Pada 1 April, PGA mencatat erupsi namun tinggi kolom abu tidak terpantau karena tertutup awan. Letusan ini berdurasi 34 detik dengan amplitudo 30,6.

Kemudian, pada 2 April PGA melaporkan Gunung Marapi kembali meletus sebanyak dua kali masing-masing tinggi kolom abu 350 meter dan 1.000 meter di atas puncak gunung. Selang sehari berikutnya petugas mencatat letusan Gunung Marapi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.500 meter pada Kamis pagi.

“Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pagi pukul 07.12 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.500 meter di atas puncak,” kata Teguh, Kamis lalu.

Fachri Hamzah dan Ahmad Fikri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus