Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat gempa tektonik dengan pembaruan parameter Magnitudo 5,3 pada Jumat, 27 Oktober 2023 pukul 14.49.51 WIB wilayah Sumba Timur, Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa bumi menengah itu terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi. "Gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault," kata dia dalam keterangannya, Jumat, 27 Oktober 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selain itu, gempa berlokasi di darat pada jarak 16 km arah barat daya Waingapu, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 76 km.
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Waingapu dengan skala intensitas III-IV MMI. Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi. Di Waitabula, Waikabubak, dan Bima dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Selain itu, hingga pukul 15.12 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Daryono mengajak warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia meminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.