Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lingkungan

Berita Tempo Plus

Kucing-kucingan di Laut Atas

Pemerintah menenggelamkan kapal asing, terutama kapal Vietnam, yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia. Kapal patroli di Natuna sangat terbatas.

28 Agustus 2021 | 00.00 WIB

Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan berjaga di dekat kapal ikan berbendera Vietnam yang tertangkap di perairan Laut Natuna Utara, 20 Mei 2021./Dok Direktorat PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perbesar
Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan berjaga di dekat kapal ikan berbendera Vietnam yang tertangkap di perairan Laut Natuna Utara, 20 Mei 2021./Dok Direktorat PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Kebijakan menenggelamkan kapal ikan asing yang tertangkap mencuri ikan yang gencar dilakukan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti (2014-2019) sempat berhenti ketika Edhy Prabowo menjadi menteri. Kini kebijakan itu kembali dihidupkan oleh M

  • Jumlah kapal yang tertangkap ini sebenarnya tergolong sedikit dibandingkan dengan angka riil kapal ikan asing yang masuk ke perairan Indonesia di Natuna.

  • Jumlah kapal patroli kita sangat terbatas dan butuh sepuluh jam untuk mengejar kapal pencuri dari Natuna ke laut di bagian atasnya.

SATU per satu kapal ikan asing yang bersandar di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam, Kepulauan Riau, menghilang dari permukaan. Pada 3 Maret lalu, pemerintah menenggelamkan sepuluh kapal nelayan asing di perairan Air Raja, Galang, Batam. Kapal-kapal itu dikaramkan dengan cara dilubangi lambungnya, kemudian diisi dengan air dan diberi pemberat. Bangkai kapal-kapal itu diharapkan bisa menjadi rumah ikan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Abdul Manan

Meliput isu-isu internasional. Meraih Penghargaan Karya Jurnalistik 2009 Dewan Pers-UNESCO kategori Kebebasan Pers, lalu Anugerah Swara Sarasvati Award 2010, mengikuti Kassel Summer School 2010 di Jerman dan International Visitor Leadership Program (IVLP) Amerika Serikat 2015. Lulusan jurnalisme dari kampus Stikosa-AWS Surabaya ini menjabat Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen Indonesia 2017-2021.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus