Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peningkatan hari tanpa hujan akan lebih dulu terjadi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Tim BMKG sebelumnya sudah menerbitkan peringatan dini mengenai risiko kekeringan akibat masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Untuk mengatasi potensi kekeringan di tiga wilayah itu, BMKG menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tujuannya untuk mengoptimalkan pertumbuhan awan hujan di musim kemarau. Peluang rekayasa hujan itu sudah diperkuat dengan hasil pemantauan terhadap anomali iklim global.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan OMC bukan hanya untuk menurunkan hujan ke lokasi kekeringan. Tim gabungan ingin mengisi sedikitnya waduk, untuk mengamankan pasokan air dan jaringan irigasi pertanian.
"Sehingga kebutuhan air selama musim kemarau terpenuhi," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Mei 2024.
Rekayasa cuaca untuk mengisi waduk akan dimulai sejak hari ini, 30 Mei hingga 10 Juni 2024. Tim BMKG bergerak melalui empat posko yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Operasi ini disokong empat pesawat jenis CASA 212 milik TNI Angkatan Udara.
Menurut Dwikorita, Kedeputian Bidang Modifikasi Cuaca, lembaga baru di BMKG, memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi, terutama kekeringan yang bisa menggerus ketersediaaan air untuk pertanian. Rekayasa cuaca sekaligus untuk mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah.
Berikut daftar Posko OMC Mitigasi Kekeringan 2024:
- Posko Bandung di Landasan Udara (Lanud) Husein Sastranegara bertanggung jawab mengisi waduk di wilayah Jawa Barat
- Posko Jakarta di Lanud Halim Perdana Kusuma bertanggung jawab mengisi waduk di sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten
- Posko Solo di Lanud Adi Sumarmo bertanggung jawab mengisi waduk di wilayah Jawa Tengah
- Posko Surabaya di Lanud Muljono bertanggung jawab mengisi waduk di wilayah Jawa Timur