Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mobil

Modif Belum Tuntas dan Suka Mogok Berani Tampil di Kustomfest

Tak seluruhnya mobil atau motor yang mejeng dalam ajang modifikasi terbesar Indonesia Kustomfest 2018 Yogya sudah rampung 100 persen pengerjaannya.

8 Oktober 2018 | 11.16 WIB

Holden Torana LJ 1972 itu mengaku nekat mengikuti kontes Kustomfest. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Perbesar
Holden Torana LJ 1972 itu mengaku nekat mengikuti kontes Kustomfest. TEMPO/Pribadi Wicaksono

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Yogyakarta - seluruhnya mobil atau motor yang mejeng dalam ajang modifikasi terbesar Indonesia Kustomfest 2018 Yogya sudah rampung 100 persen pengerjaannya. Sejumlah builder mengaku nekat tetap membawa mobil atau motornya dalam ajang itu meski masih menyimpan berbagai PR alias belum tuntas kustomnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Misalnya Remi Parulian asal Solo Jawa Tengah. Builder yang membawa mobil custom Holden Torana LJ 1972 itu mengaku nekat mengikuti kontes Kustomfest dengan mesin yang dinilainya masih bermasalah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"Mobil ini baru selesai custom, di perjalanan masih ada trouble, mogok, tapi saya paksakan tetap ikut event ini," ujar Remi ditemui di sela event Kustomfest Minggu 7 Oktober 2018.

Remi menuturkan dalam event ini ia melakukan modifikasi penuh pada Holden klasiknya terutama dengan mengganti mesinnya dengan small block V8 Chevrolet 350 CI 5700 cc. Mesin besar itu menyembul keluar dan menbuat bagian kap depan diberi lubang sebagai penambah ruang.

Penggunaan mesin V8 itu sebenarnya proyek coba-coba Remi karena melihat beberapa custom Holden rekannya bisa cocok. Ia pun menjajal menerapkan V8 meski sadar Holden Torana beda dengan Holden lain karena memiliki mesin berkapasitas kecil dengan ruang yang kecil pula.

"Saya harus ubah total untuk tanam V8 ini agar tetap bisa masuk," ujar Remi yang menghabiskan Rp 100 juta demi menyematkan mesin V8 itu. Untuk body sendiri dipertahankan bentuk aslinya. "Ini baru pertama saya ikutkan kontes," ujarnya.

Sedangkan Eka Nugraha dari bengkel Eka Jaya Purwakarta mengaku juga belum tuntas menggarap pikap Chevrolet 1948 atau dikenal Chevy lele karena bentuknya mirip ikan lelenya.

Mobik pikap Chevrolet 1948 atau dikenal Chevy lele. TEMPO/Pribadi Wicaksono

"Ada sejumlah spare part dari Amerika yang diorder sampai tiga kali nggak datang-datang juga, akhirnya kami harus tampilkan apa adanya dengan custom karena event ini sudah dimulai," ujar Eka.

Eka mengatakan berbagai komponen impor yang tak kunjung datang itu seperti gagang pintu, kaca pintu, kaca samping dan beberapa spare part original Chevy 1948 itu.

Chevy lele itu masih mempertahankan warna besinya tanpa cat. Mesinnya tersemat small block V8 Chevrolet 350 CI yang sudah di-bore up sehingga kapasitas mesinnya terdongkrak hingga 6200 cc.

Untuk memberi aksen Chevy 1948 sebagai mobil transport pedesaan ala Amerika, bak rendah berbahan kayu jati pun menghiasi bagian belakang. Hanya saja yang menarik roda roda belakang Chevy itu menggunakan ban tapak lebar dengan lebar 12 inch didukung ring 18. "Mungkin setelah event ini semua disempurnakan, dari cat sampai spare partnya," ujarnya.

 

Eko Ari Wibowo

Eko Ari Wibowo

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret. Bergabung dengan Tempo sejak 2005. Kini menulis tentang isu politik, kesra dan pendidikan. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus