Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Nusa

Gunung Bawakaraeng: Tempat Pengikut Tarekat Ana Loloa Ibadah Haji Tanpa Harus ke Mekah

Pengikut tarekat Ana Loloa wajibkan ibadah haji tidak perlu ke Mekah, tapi bisa berhaji di puncak Gunung Bawakaraeng. Di manakah lokasinya?

3 April 2025 | 16.40 WIB

Lembah Ramma di kaki Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. TEMPO/Aniswati Syahrir
Perbesar
Lembah Ramma di kaki Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. TEMPO/Aniswati Syahrir

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan bernama Petta Bau, pimpinan aliran Pangissengana Tarekat Ana Loloa yang diduga sebagai aliran sesat, ditangkap oleh polisi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Ahad, 30 Maret 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Aliran ini dianggap sesat karena menambahkan rukun Islam yang seharusnya 5 menjadi 11. Selain itu, para pengikut aliran yang bermarkas di Dusun Bonto-bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, juga mewajibkan ibadah haji tidak perlu ke Mekah, Arab Saudi, tapi bisa berhaji di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dikutip dari Antara, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tompobulu, Danial, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Deteksi Dini dan Penanganan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan menjelaskan, ajaran Petta Bau ini pernah muncul pada Oktober 2024.

"Pada 15 Oktober 2024, kami menerima laporan terkait aktivitas ajaran ini, yang cukup meresahkan warga. Pada 16 Oktober 2024, kami melakukan investigasi dan menemukan bahwa ajaran ini tidak memiliki dasar yang jelas dalam Islam. Bahkan, pimpinan ajaran, Petta Bau, tidak dapat menjelaskan ajarannya secara ilmiah maupun teologis," kata dia.

Apa sebenarnya yang terdapat di Gunung Bawakaraeng?

Profil Gunung Bawakaraeng

Dikutip dari skripsi Universitas Hasanuddin berjudul Kajian Struktur Geologi Gunung Bawakaraeng Menggunakan Metode Penginderaan Jauh, gunung ini tergolong salah satu gunung yang berumur tua. Dilihat dari struktur tanahnya, sejak 20 tahun terakhir, gunung ini seringkali mengalami gerakan tanah atau longsor.

Gunung Bawakaraeng terletak di provinsi Sulawesi Selatan, dengan dikelilingi hamparan hijau dan kebun pertanian. Tinggi gunung ini mencapai 2.845 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bawakaraeng sering menjadi salah satu gunung yang menjadi tujuan para pendaki lokal maupun luar daerah.

Gunung ini memiliki pemandangan yang indah dengan hutan tropis yang lebat, padang savana, serta beberapa titik dengan panorama pegunungan yang indah. Puncak gunung ini menawarkan pemandangan awan yang memukau. Meski jadi favorit pendaki, Bawakaraeng memiliki jalur yang terjal dan licin.

Nama ‘Bawakaraeng’ berasal dari bahasa Makassar, yang berarti “Mulut Tuhan,” sehingga gunung ini memiliki makna spiritual bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu tak heran jika gunung ini sering digunakan untuk kegiatan spiritual. Bahkan sebagian orang menganggapnya sebagai tempat suci.

Masyarakat setempat meyakini bahwa gunung ini merupakan tempat pertemuan para wali yang naik ke puncak pada bulan Dzulhijjah tepatnya tanggal 10. Mereka juga melakukan salat Idul Adha di sana atau Puncak Gunung Lompobattang.

Beberapa mitos telah lama muncul dari gunung ini. Salah satunya pasar setan yang dikenal dengan istilah Pasar Anjaya. Lokasi pasar ini terlihat mencolok karena tempatnya tidak terdapat pohon sama sekali. Karena mitos yang beredar, para pendaki tidak disarankan memasang tenda di lokasi ini.

Beberapa kasus hilangnya pendaki di gunung ini dikaitkan dengan mitos yang ada. Seperti kasus hilangnya delapan pendaki hilang ketika selesai mengibarkan bendera merah putih HUT RI ke-76 di puncak Gunung Bawakaraeng yang berangkat pada 14 Agustus 2021. Tiga pendaki ditemukan pada 18 Agustus 2021 dalam kondisi tidak bernyawa diduga mengalami hipotermia.

Tata Ferliana turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus