Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Tasikmalaya - Perjalanan mudik ke kampung untuk merayakan hari raya Idul Fitri bareng keluarga, selalu menyisakan cerita. Tak terkecuali di jalur mudik Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Hiruk pikuknya antrean kendaraan membuat konsentrasi pengendara saat berlalu lintas buyar akibat kelelahan. Bahkan usai beristirahat terkadang lupa dengan penumpang dan barang bawaannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kondisi itu dialami Dede, 35 tahun, beserta anaknya yang baru berumur 4 bulan, warga Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dia ditinggalkan suaminya di Masjid Besar Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa 1 April 2025.
"Anggota kami menemukan ibu yang menggendong bayi tengah kebingungan," ujar Kapolres Kota Tasikmalaya, Ajun Komisaris Besar Moh. Faruk Rozi, Kamis 3 April 2025.
Hilangnya suami Dede itu bermula ketika mereka hendak mudik ke rumah mertuanya di kawasan Ciamis, Jawa Barat. Mereka berangkat dari Bandung dengan menggunakan sepeda motor pada Senin, 31 Maret 2025 petang. Usai menyusuri kemacetan di turunan Gentong, mereka pun memutuskan untuk beristirahat di masjid. Apalagi saat itu kondisi sudah tengah malam.
Namun saat terbangun di pagi hari, Dede tidak melihat keberadaan suaminya. Sontak dia pun menyusuri setiap sudut masjid, namun tidak menemukan suaminya. Dengan raut wajah kebingungan, dia menemukan anggota kepolisian untuk meminta bantuan. "Ibu ini ditinggal tanpa memegang uang," ujar Faruk.
Dede pun dibawa ke pos pengamanan mudik polisi terdekat. Keduanya mendapatkan perawatan karena belum makan selama beristirahat semalaman. Polisi berusaha menghubungi suami Dede, namun tidak berhasil.
Polisi memutuskan untuk memulangkan Dede ke kampung halamannya di Bandung. Dede berserta anaknya dipulangkan menggunakan travel agar sampai ke rumahnya. "Rencananya akan kami antarkan ke Ciamis, tapi ibu ini tidak tahu alamat mertuanya itu," ujar Faruk.
Polisi hingga saat ini belum mengetahui motif suaminya meninggalkan Dede di tengah perjalanan. Berdasarkan keterangan Dede, ia bersama suaminya tidak memiliki masalah apapun sebelum keberangkatan mudik ini. "Kami masih mendalami kejadian ini, jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan," ujar Faruk.
Faruk mengimbau kepada para pemudik agar tetap waspada dan berhati-hati. Pemudik juga dapat menggunakan fasilitas yang berada di pos pengamanan polisi untuk beristirahat di sepanjang jalur mudik.
Pilihan Editor: Mudik Lebaran, Pintu Masuk Contraflow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kembali Dibuka