Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Ikatan Pilot Indonesia Tegaskan Sikap Netral di Pilpres 2019

IPI menyerahkan hak politik pilpres 2019 kepada masing-masing anggotanya.

2 Januari 2019 | 13.04 WIB

Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia, Captain Rama Noya, saat menjelaskan soal tragedi kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Graha Dirgantara, Halim Perdana Kusuma. 2 November 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.
Perbesar
Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia, Captain Rama Noya, saat menjelaskan soal tragedi kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Graha Dirgantara, Halim Perdana Kusuma. 2 November 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Rama Noya menegaskan organisasinya netral di Pilpres 2019. Rama mengutarakan ini mengklarifikasi beredarnya video dukungan pilot terhadap pasangan Prabowo - Sandiaga di pemilihan presiden 2019.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

"IPI merupakan organisasi profesi pilot yang profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis," kata Rama Noya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.

Dia mengatakan IPI tidak terlibat dalam acara dukung-mendukung capres-cawapres saat kampanye di Pilpres 2019. IPI, kata rama, netral dan independen dalam Pemilu 2019 sehingga menyerahkan hak politik anggota kepada pribadi masing-masing. Organisasi tidak mencampuri urusan hak politik pribadi.

"Pilot Indonesia dalam video yang beredar tersebut bukan Ikatan Pilot Indonesia dan tidak mewakili pilot Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Dia menegaskan pernyataan itu merupakan upaya preventif organisasinya agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat dan meluruskan bahwa IPI merupakan organisasi profesional dan netral.

Ketua 1 IPI Ari Sapari mengatakan dalam video dukungan pilot yang beredar, tidak menunjukkan kekhususan membawa nama organisasi IPI. Sehingga dukungan beberapa pilot merupakan hak personal.

Menurut dia, sejauh tidak ada rekayasa foto dan video yang mengatasnamakan personal atau organisasi, maka tidak ada tindakan jalur hukum. "IPI sebagai organisasi profesi strategis menilai kesatuan dan persatuan bangsa harus tetap terjaga. IPI netral dan mendukung penuh pelaksanaan Pemilu 2019," katanya.

Sebelumnya, beredar video yang mengatasnamakan penerbang pilot Indonesia menghadiri pertemuan dengan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto. Dalam video tersebut, orang-orang yang mengatasnamakan pilot Indonesia itu menerimakan "Prabowo presiden".

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus