Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar bursa kerja dua hari terakhir, 18-19 Oktober 2024, bertempat di Aula Timur dan Campus Center. Melibatkan 28 perusahaan nasional dan multinasional, ITB Integrated Career Days dikunjungi 2.700-an orang pada hari pertamanya. Sementara lowongan kerja yang tersedia per perusahaan antara 3-5 posisi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Perusahaan yang ikut dalam bursa kerja di ITB itu adalah Enesis Group, ParagonCorp , PT NSSOL Systems Indonesia, Shimizu Corporation, Work In Austria – ABA (Austrian Business Agency), Astra Group, PT. Pamapersada Nusantara, Pharos Indonesia, Star Energy Geothermal, PT Telkom Akses.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kemudian PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Camcom Group, Rystad Energy, Polygon Group, PT DMG MORI Indonesia, Amar Bank, OCBC, PT. Bank Negara Indonesia, Evermos, The Software Practice, PT Leader Kontraktor Indonesia, Sailun Indonesia, Institut Teknologi Del, Yogya Group, Kinobi, ITB Press, PT Hand Solutions Indonesia, dan NV5 Mission Critical.
Ketua pelaksana bursa kerja, Hafiz Aziz Ahmad, mengatakan, tiap perusahaan punya cara berbeda dalam merekrut calon pekerjanya. Ada perusahaan yang membuka lowongan, kemudian meminta riwayat hidup atau CV, ada juga yang langsung melakukan tes dan wawancara.
“Lowongan itu ada tapi apakah langsung diproses, setiap perusahaan punya timeline masing-masing,” kata Kepala Sub Direktorat Pengembangan Profesi dan Kewirausahaan di Direktorat Kemahasiswaan ITB itu lewat keterangan resmi dari ITB, Jumat 18 Oktober 2024.
Menurutnya, bursa kerja itu untuk memudahkan mahasiswa yang lulus khususnya dari ITB. Pada Oktober ini, misalnya, Hafiz menyebut ada sekitar 5.000-an mahasiswa yang akan diwisuda. Sementara sebuah bank misalnya sedang banyak membutuhkan pekerja bidang teknologi informasi. “Tantangan perusahaan sekarang banyak generasi Z yang mulai masuk ke dunia kerja, karakternya berbeda dengan generasi sebelumnya,” katanya menambahkan.
ITB sejauh ini masih memantau soal lulusannya apakah banyak yang langsung mencari kerja atau menunggu setelah prosesi wisuda. Dari data yang sudah diperoleh, sekitar 80 persen alumni ITB bekerja kurang dari enam bulan setelah lulus. “Sekarang mungkin masih ada lulusan Juli lalu yang sedang mencari kerja,” ujar Hafiz.
Dari data hasil pelacakan lulusan atau tracer study ITB diketahui mayoritas lulusan atau sekitar 70 persen bekerja sesuai dengan bidang ilmunya. Sementara 30 persen lainnya bekerja di luar program studi. Hafiz mencontohkan lulusan Teknik Geologi yang menjadi manajer di sebuah bank. “Kadang karena passion, faktor kenyamanan kerja, peluang karir, macam-macam juga alasannya,” kata dia.
Pilihan Editor: Studi Terbaru di Amerika Sebut Nilai Manfaat Kendaraan Listrik Bisa Lebih dari Seribu Triliun Rupiah