Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan makan siang dari program Makan Bergizi Gratis, sama seperti di sekolah-sekolah lainnya. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah, mengatakan MBG akan disalurkan satu kali pada waktu makan siang saja. “Ya, dapat (MBG) dong. Sekali saja, kan yang pagi sama sore disediakan oleh kami,” kata Gus Ipul ketika dihubungi Tempo lewat telepon pada Kamis, 27 Maret 2025.
Penyaluran MBG ke Sekolah Rakyat saat ini masih berupa rencana, mengingat proses pembangunan sekolah tersebut juga masih berjalan. Saat ini 53 lokasi di berbagai daerah Indonesia siap untuk dijadikan Sekolah Rakyat.
Dadan Hindayana membenarkan MBG akan diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat. Ia berkata prosesnya akan sejalan dengan perkembangan program Kementerian Sosial itu. “Iya, betul. Persiapan akan sejalan dengan kegiatan Sekolah Rakyat,” ujar Dadan lewat pesan singkat, Kamis.
Adapun Sekolah Rakyat merupakan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk anak-anak dari kelompok keluarga tidak mampu. Janji pemerintah dengan membangun Sekolah Rakyat adalah menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sekolah Rakyat akan dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dalam bentuk asrama atau boarding school. Kementerian Sosial merencanakan kurikulum Sekolah Rakyat akan mencakup penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, dan keterampilan.
Kementerian tersebut mengeklaim keberadaan Sekolah Rakyat nantinya tidak akan menggantikan sekolah-sekolah yang sudah ada. Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menjelaskan program ini justru akan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah.
“Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi, bukan meniadakan sekolah yang sudah ada. Fokus kami adalah memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar,” kata M. Nuh, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemensos pada Selasa, 25 Maret 2025.
Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico menjelaskan, guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat akan direkrut dari daerah sekitar sekolah. Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna menjaga kesinambungan dan keberlanjutan program.
“Hal ini bertujuan untuk memastikan adaptasi sosial yang lebih baik, sekaligus memperlancar distribusi tenaga pendidik di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar Robben.
Sekolah Rakyat akan memulai proses penerimaan murid dan rekrutmen tenaga pendidik pada April 2025, sebelum beroperasi pada Juli mendatang untuk tahun ajaran 2025/2026. Tenaga pendidik akan diseleksi lewat Pendidikan Profesi Guru (PPG), sementara murid akan melewati beberapa tahapan dari administratif hingga wawancara.
Kepada Tempo, Gus Ipul membeberkan seluruh proses Sekolah Rakyat diharapkan bisa dimulai pada pertengahan atau akhir April 2025. “Saya masih belum mendapat laporan akhir, tapi diharapkan akhir April semua sudah dimulai proses rekrutmen guru dan murid. Paling tidak pertengahan lah,” katanya ketika dihubungi pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Pilihan Editor: Anak dengan Autisme di Sekitar Kita