Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Berita Tempo Plus

Sandera Asing di Tanah Nduga

Lobi membebaskan pilot Susi Air yang ditahan kelompok Egianus Kogeya mulai berjalan. TNI-Polri menyiapkan operasi penyelamatan.

19 Februari 2023 | 00.00 WIB

Foto yang dirilis Komando Nasional TPNPB OPM, menunjukan Phillip Mark Mehrtens bersama dengan Egianus Kogeya, di Nduga, 13 Februari 2023. Dok. Komando Nasional TPNPB-OPM
Perbesar
Foto yang dirilis Komando Nasional TPNPB OPM, menunjukan Phillip Mark Mehrtens bersama dengan Egianus Kogeya, di Nduga, 13 Februari 2023. Dok. Komando Nasional TPNPB-OPM

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Susi Air meminta Jokowi membantu menyelamatkan pilot yang ditahan kelompok Egianus Kogeya.

  • Upaya melobi kelompok Egianus Kogeya dilancarkan dengan mendekati kerabatnya.

  • Penyanderaan pilot Susi Air menimbulkan gelombang pengungsian di Kabupaten Nduga.

BERTARIKH 8 Februari 2023, surat berkop PT ASI Pudjiastuti Aviation dikirim kepada Presiden Joko Widodo. Isinya, meminta perlindungan dan bantuan untuk membebaskan pilot Susi Air, Phillip Mark Mehrtens, yang disandera oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat yang dipimpin Egianus Kogeya.

Surat yang ditandatangani oleh Susi Pudjiastuti, pemilik maskapai penerbangan itu, menyebutkan bahwa Phillip Mehrtens, warga Selandia Baru, memiliki istri warga negara Indonesia dan satu putra. “Kami sangat mengharapkan perlindungan dan bantuan Bapak Presiden melalui otoritas berwenang untuk dapat melakukan upaya penyelamatan atau tindakan lain yang diperlukan," begitu tertulis di surat itu.

Susi Pudjiastuti meminta pertanyaan tentang penyanderaan Phillip Mehrtens ditanyakan kepada kuasa hukumnya, Donal Fariz. Adapun Donal tak membantah atau membenarkan isi surat itu. “Kami mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan Phillip Mehrtens,” katanya kepada Tempo, Senin, 13 Februari lalu.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan anggota staf khususnya, Faldo Maldini, tak merespons pertanyaan yang diajukan Tempo ihwal surat tersebut. Belum jelas juga tanggapan Istana terhadap surat yang dikirim Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode pertama pemerintahan Jokowi tersebut.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Hussein Abri

Bergabung dengan Tempo sejak April 2014, lulusan Universitas Pasundan, Bandung, ini banyak meliput isu politik dan keamanan. Reportasenya ke kamp pengungsian dan tahanan ISIS di Irak dan Suriah pada 2019 dimuat sebagai laporan utama majalah Tempo bertajuk Para Pengejar Mimpi ISIS.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus