Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Teknologi & Inovasi

Kepala & Dada Gadis Muda Dikorbankan ke Dewa Inca 500 Tahun Lalu, Karya 3 Dimensi Ilmuwan

Para ilmuwan mengungkap rekreasi gadis Inca yang dikorbankan di Peru.

26 Oktober 2023 | 15.46 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Wajah seorang gadis yang dikorbankan lebih dari 500 tahun yang lalu dan yang mayat bekunya ditemukan pada tahun 1995, direkonstruksi menggunakan teknologi tiga dimensi di Universitas Katolik Santa Maria, di Arequipa, Peru, 24 Oktober 2023. REUTERS/Ros Postigo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala dan dada seorang gadis muda yang direkonstruksi yang kemungkinan besar dikorbankan untuk menenangkan dewa-dewa Inca diresmikan di Peru pada hari Selasa, atau Rabu, 25 Oktober 2023 WIB. Dengan pemindaian tiga dimensi dari mumi gadis muda itu, membantu untuk menghasilkan rekreasi seperti aslinya, lebih dari 500 tahun setelah kematiannya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Para ilmuwan dari Peru dan Polandia menggunakan pemindaian digital dari mumi yang sebagian besar terpelihara dengan baik, yang ditemukan pada tahun 1995 di dalam bungkusan pemakaman era Inca di dekat puncak gunung berapi Ampato di luar Arequipa, di selatan Peru.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Memerintah sebagian besar Amerika Selatan bagian barat di sepanjang pantai Pasifik dan dataran tinggi Andes, suku Inca menyaksikan kerajaan mereka yang kaya dan kuat jatuh ke tangan penjajah Spanyol pada tahun 1532.

Namun beberapa waktu sebelumnya, gadis itu dikorbankan dengan pukulan di kepala, kemungkinan dalam upacara ritual untuk mencari pertolongan ilahi dari bencana alam, menurut para ilmuwan.

Rekonstruksi yang sekarang dipajang di Universitas Katolik Santa Maria di Arequipa menunjukkan mulutnya sedikit terbuka dan gelap, matanya yang tajam menatap ke kejauhan. Ini termasuk pakaian warna-warni, penutup kepala dan perhiasan, serupa berdasarkan hasil scan mumi.

“Ini dilakukan dengan cara yang luar biasa,” kata arkeolog Johan Reinhard, yang merupakan bagian dari tim yang menemukan mumi tersebut, menambahkan bahwa rekonstruksi tersebut sangat mencolok karena wajahnya terkena cuaca dan akibatnya tidak terpelihara dengan baik. .

“Melihat wajahnya seperti saat masih hidup, merupakan pengalaman berbeda karena terkesan nyata,” ujarnya.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Sunu Dyantoro

Sunu Dyantoro

Memulai karier di Tempo sebagai koresponden Surabaya. Alumnus hubungan internasional Universitas Gadjah Mada ini menjadi penanggung jawab rubrik Wawancara dan Investigasi. Ia pernah meraih Anugerah Adiwarta 2011 dan 2102.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus