Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram atau PSIM Yogyakarta berhasil menjuarai Liga 2 2025 setelah mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 dalam partai final di Stadion Manahan, Solo, pada Rabu, 26 Februari 2025. Keberhasilan itu menyempurnakan prestasi Laskar Mataram setelah beberapa hari sebelumnya memastikan promosi ke Liga 1.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Capaian PSIM musim ini mengulangi sejarah 20 tahun silam saat tim ini berhasil menyabet gelar Divisi I 2005. Saat itu, PSIM juga berhasil promosi ke kasta tertinggi yang saat itu bernama Divisi Utama. PSIM berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat Bandung dengan skor 2-1. Namun PSIM hanya bertahan tiga musim saja di kasta tertinggi.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Terakhir kali PSIM mencicipi panggung liga tertinggi Indonesia adalah pada 2007 saat masih bernama Divisi Utama. Divisi Utama 2007 menjadi ajang terakhir PSIM berlaga di level tertinggi setelah gagal lolos ke Indonesian Super League (ISL) yang baru dibentuk pada 2008.
Secara teknis, saat itu PSIM tetap berada di Divisi Utama. Namun, status liga Divisi Utama dipindah menjadi di bawah ISL yang saat itu menjadi liga tertinggi di indonesia. Penentuan tim yang berlaga di ISL dan Divisi Utama pun cukup unik. Pada musim 2007, PSIM hanya mampu finish di posisi ke-9 wilayah. Hal tersebut membuat mereka gagal lolos ke ISL. Pada 2008, otomatis PSIM mulai berlaga di Divisi Utama.
Sebelumnya, PSIM juga sempat terancam degradasi pada musim 2006 saat mereka dan PSS Sleman sama-sama mengundurkan diri dari liga karena gempa bumi Jogja 2006. Meski begitu, dengan pertimbangan PSSI, PSIM dan PSS tidak terdegradasi dan bisa melanjutkan kiprah di liga tertinggi untuk musim 2007.
Kini, PSIM kembali akan berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sekaligus menyandang gelar Juara Liga 2 2025. Meski begitu, pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto, menyatakan bahwa menjadi juara kompetisi Liga 2 adalah bonus. Menurut dia, yang utama adalah lolos ke Liga 1.
Erwan tak mau jemawa dengan keberhasilan yang diraih tim asuhannya. Dia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja dari seluruh tim. "Ini suratan takdir, kebetulan saja saya ada di sini. Jadi bukan saya yang hebat tapi ini rezeki dari Allah yang harus kita syukuri," kata dia, Rabu, 26 Februari 2025, seperti dikutip dari Antara.
Erwan berharap ke depan PSIM Yogyakarta bisa terus eksis di kompetisi Liga 1 Indonesia. Ia juga mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh tuan rumah serta pendukung Persis Solo Pasoepati. "Kalau bahasa suporter kan 'Mataram is Love', dengan dukungan dari berbagai pihak, dari tuan rumah Persis Solo, Pasoepati juga support kami, alhamdulillah kami bisa memberikan yang terbaik pada pertandingan sore ini," ujarnya.
Rina Widiastuti berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Daftar Tim Liga 2 yang Promosi ke Kompetisi Liga 1 Musim Depan